Danantara Siapkan Skema Merger dan Restrukturisasi PT PP

- BP BUMN dan Danantara menyiapkan transformasi PT PP melalui merger yang dipercepat, kemudian restrukturisasi, untuk memperkuat skala usaha, efisiensi, dan kesehatan struktur perusahaan.
- Dony Oskaria meminta proses dilakukan tuntas tanpa penundaan, dengan pemetaan menyeluruh kondisi keuangan, termasuk kebutuhan penyerapan dan koreksi laporan keuangan.
- Setelah merger, restrukturisasi akan memfokuskan bisnis pada lini berprospek, menggabungkan sumber daya dan kompetensi, serta memperkuat daya saing PT PP di sektor konstruksi.
Jakarta, FORTUNE - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Danantara menyiapkan langkah transformasi PT PP (Persero) Tbk (PTPP), termasuk percepatan proses merger dan restrukturisasi perusahaan.
Penataan tersebut diarahkan untuk memperkuat skala usaha, meningkatkan efisiensi, serta membentuk struktur perusahaan yang lebih sehat dan efektif.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, membahas rencana tersebut saat bertemu jajaran direksi PT PP pada 19 Agustus 2026. Dalam pertemuan itu, Dony menekankan agar proses transformasi perusahaan dilakukan secara tuntas dan tidak berlarut-larut.
“Perlu intens untuk restrukturisasi dan merger. Merger dulu, baru restrukturisasi. Kita merger-in aja. Kita harus tahu berapa yang harus di-absorb, berapa yang perlu dikoreksi di buku. Tapi harus tuntas, saya gak mau nanti ditunda-tundak,” kata Dony, dalam keterangannya, Jumat (21/8).
Dony mengarahkan agar merger dilakukan terlebih dahulu sebelum perusahaan masuk ke tahap restrukturisasi. Tahapan tersebut akan diawali dengan penataan kondisi keuangan PT PP secara menyeluruh.
Penyesuaian dan koreksi terhadap laporan keuangan menjadi bagian penting untuk memastikan posisi perusahaan dapat dipetakan secara transparan. Dengan begitu, kebutuhan penataan perusahaan setelah merger dapat dihitung berdasarkan kondisi riil bisnis dan keuangan.
Setelah merger rampung, proses transformasi akan dilanjutkan melalui restrukturisasi. Langkah tersebut diarahkan untuk membentuk struktur bisnis yang lebih fokus sekaligus mengoptimalkan potensi pada lini usaha inti yang memiliki prospek pertumbuhan.
Skema tersebut juga diharapkan dapat memperbesar skala usaha melalui penggabungan sumber daya, kapasitas, dan kompetensi. Dengan skala yang lebih besar, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing di sektor konstruksi.
Transformasi PT PP akan dilakukan dengan pendekatan bisnis yang mempertimbangkan kondisi aktual perusahaan. Penataan keuangan, proses merger, hingga restrukturisasi menjadi rangkaian yang saling berkaitan untuk membangun fondasi perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dony menekankan pentingnya penyelesaian setiap tahapan secara tuntas. Hal ini diperlukan agar proses transformasi tidak berhenti pada keputusan administratif, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan terhadap struktur dan kinerja perusahaan.





















