Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Strategi Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor Bawang Putih

Strategi Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor Bawang Putih
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah intervensi untuk meredam kenaikan harga bawang putih yang memengaruhi Indeks Perkembangan Harga (IPH) sepanjang Juli 2026 melalui penguatan pasokan dan distribusi guna menjaga stabilitas harga serta keterjangkauan pangan bagi masyarakat. ANTARAFOTO/Akramul Muslim
  • Pemerintah memperkuat produksi bawang putih nasional untuk menekan impor yang masih memenuhi 90–95 persen kebutuhan domestik, melalui koordinasi lintas sektor dari petani hingga pasar.
  • Produksi nasional hanya 39.000–40.000 ton per tahun, jauh di bawah kebutuhan sekitar 600.000 ton, sehingga terdapat kesenjangan pasokan sekitar 560.000 ton.
  • Strateginya mencakup pengembangan sentra produksi, perluasan tanam di 17 provinsi, infrastruktur pascapanen, peningkatan produktivitas petani, distribusi, serta kepastian penyerapan hasil panen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah memperkuat produksi bawang putih nasional sebagai strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor yang saat ini masih mencapai sekitar 90–95 persen dari total kebutuhan domestik.

Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong peningkatan produktivitas petani, memperluas areal tanam, memperkuat infrastruktur pascapanen, hingga memastikan pasar bagi hasil produksi dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pengurangan impor bawang putih membutuhkan langkah konkret dan koordinasi lintas sektor. Menurut dia, peningkatan produksi tidak cukup hanya dilakukan melalui perluasan lahan, tetapi juga harus dibarengi penguatan rantai pasok dari tingkat petani hingga pasar.

“Kalau kita ingin mengurangi impor, langkahnya harus konkret. Kita perkuat produksi petani, produktivitas, gudang, distribusi, sampai kepastian pasar. Semua membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga,” kata Zulkifli dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (21/8).

Saat ini, produksi bawang putih nasional baru berkisar 39.000–40.000 ton per tahun. Angka tersebut masih sangat jauh dibandingkan kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 600.000 ton per tahun.

Dengan demikian, terdapat kesenjangan produksi sekitar 560.000 ton per tahun yang harus ditutup untuk mendekati pemenuhan kebutuhan dari produksi domestik. Lebarnya kesenjangan tersebut membuat impor masih menjadi sumber utama pasokan bawang putih nasional.

  1. Perkuat Sentra Produksi

    Default Image
    Default Image

    Salah satu strategi pemerintah adalah mengembangkan sentra-sentra produksi bawang putih di sejumlah daerah. Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu wilayah yang didorong untuk meningkatkan produksi komoditas tersebut.

    Panen raya bawang putih di Sembalun berlangsung di lahan seluas 105 hektare dengan estimasi produksi mencapai 1.050 ton. Panen tersebut melibatkan sembilan kelompok tani dan 287 petani.

    Pengembangan produksi juga dibarengi dengan pembangunan infrastruktur pascapanen. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah merangkaikan panen raya dengan peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri di Sembalun.

    Zulkifli menilai keberadaan gudang penting dalam mendukung penyimpanan dan pengelolaan hasil panen petani. Infrastruktur pascapanen diperlukan agar peningkatan produksi tidak berhenti pada tahap budidaya, tetapi dapat menjaga kualitas dan ketersediaan komoditas setelah dipanen.

    Polri turut memberikan dukungan melalui program ketahanan pangan dan pengembangan produksi bawang putih. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat ekosistem produksi di daerah sentra.

    Selain NTB, penanaman bawang putih dilakukan secara serentak di 17 provinsi. Di NTB sendiri, areal tanam mencapai 120 hektare dengan potensi produksi sekitar 1.200 ton.

    Produksi dari penanaman tersebut diproyeksikan memasuki masa panen pada November 2026. Perluasan areal tanam menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan pasokan bawang putih yang berasal dari dalam negeri.

  2. Produktivitas Jadi Kunci

    Default Image
    Default Image

    Meski demikian, peningkatan luas lahan saja belum cukup untuk mengatasi ketergantungan impor. Pemerintah juga perlu memastikan produktivitas bawang putih nasional meningkat secara signifikan.

    Pengembangan bawang putih perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penyediaan sarana produksi, peningkatan kemampuan petani, produktivitas lahan, pengelolaan pascapanen, distribusi, hingga kepastian penyerapan hasil panen.

    Zulkifli menegaskan peningkatan produksi bawang putih membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, Polri, dunia usaha, hingga petani.

    “Dari Sembalun kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada impor bawang putih. Kita harus terus meningkatkan kemampuan produksi dari negeri sendiri,” ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Latest in News

See More