Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Purbaya Minta LPEI Beri Kredit Murah ke Sektor Strategis

Purbaya Minta LPEI Beri Kredit Murah ke Sektor Strategis
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta LPEI untuk memberikan kredit murah bagi sektor strategis. Dok Kemenkeu
  • Purbaya meminta LPEI menawarkan pembiayaan berbunga murah bagi sektor strategis yang sulit memperoleh pinjaman.
  • Ia membuka peluang penurunan KPI pendapatan bunga LPEI bila pelaku industri masih keberatan.
  • LPEI menyatakan siap mendukung sektor strategis dan memperkuat kerja sama untuk daya saing ekspor Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kredit murah LPEI perlu diprioritaskan?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank untuk memberikan kredit murah kepada sektor-sektor strategis seperti tekstil, sepatu, dan baja yang menyatakan sulit mendapatkan pinjaman.

“Sebagai lembaga pembiayaan ekspor, coba bicarakan dengan industri, tekstil, furniture, dan lain-lain, dan coba tawarkan bunga pembiayaan yang murah,” kata Purbaya dalam keterangan resmi, Senin (14/9).

Apabila setelah diskusi pelaku industri masih keberatan dengan bunga pembiayaan, maka Purbaya membuka peluang untuk menurunkan KPI pendapatan bunga LPEI. “Tidak perlu tinggi tapi efektif menjawab harapan pelaku usaha. Kan saya yang menentukan parameter kinerjanya,” ujar Purbaya.

Merespons hal tersebut, Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso mengatakan komitmen LPEI untuk mendukung sektor-sektor strategis. “Di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan akibat dinamika geopolitik dan ekonomi global, LPEI juga siap mendukung sektor lain yang membutuhkan intervensi kebijakan sesuai mandat countercyclical lembaga,” kata Sukatmo.

LPEI memiliki mandat untuk Pembiayaan Ekspor Nasional yang mencakup pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi, serta Penugasan Khusus Ekspor (PKE), untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha dan membuka pasar baru.

Dukungan LPEI antara lain diberikan untuk proyek luar negeri yang dikerjakan kontraktor Indonesia, seperti proyek di Malaysia, Amerika Serikat, Timor Leste, dan Arab Saudi. LPEI juga memberikan pembiayaan kepada pembeli di luar negeri melalui skema buyer's credit, antara lain untuk ekspor gerbong kereta PT INKA ke Bangladesh pada 2015.

Selain itu, dukungan untuk membuka pasar nontradisional antara lain diberikan pada ekspor pesawat PT Dirgantara Indonesia ke Nepal, Senegal, dan Filipina serta ekspor gerbong kereta api PT INKA ke Selandia Baru. Pada 2025, dukungan diperluas ke sektor strategis, seperti ekspor jarum suntik industri farmasi Indonesia ke lebih dari 30 negara dan ekspansi jaringan restoran lokal ke Malaysia.

Sukatmo mengatakan bahwa ke depan, ketidakpastian global dan perubahan lanskap perdagangan membuat fungsi policy bank semakin relevan. LPEI akan memperkuat kerja sama dengan Kementerian Keuangan, kementerian dan lembaga lainnya, perbankan, sesama special mission vehicle (SMV), BUMN, pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk memperkuat daya saing ekspor Indonesia.

“Transformasi LPEI diarahkan agar perannya sebagai policy bank semakin dirasakan oleh ekosistem ekspor dan menjalankan mandat mendorong ekspor nasional, terutama dengan menjangkau kebutuhan yang belum dapat dipenuhi mekanisme pasar serta memberikan dampak pembangunan melalui ekspor,” ujar Sukatmo.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in News

    See More