Jakarta, FORTUNE - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian pada kuartal I tahun 2026 dengan ringkasan sebagai berikut:
Volume penjualan sebanyak 8,71 juta ton
Pendapatan tercatat sebesar Rp8,29 triliun.
Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp6,62 triliun.
EBITDA tercatat sebesar Rp1,06 triliun.
Laba sebelum pajak sebesar Rp156 miliar
Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp80 miliar.
SIG membuktikan resiliensi di tengah tantangan industri semen domestik yang masih menghadapi overcapacity dan tensi geopolitik yang memberi tekanan kenaikan harga-harga. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, strategi transformasi yang dijalankan SIG berhasil mencatatkan tren pertumbuhan kinerja positif sejak kuartal IV 2025 dan berlanjut sepanjang kuartal I 2026, yang ditandai dengan peningkatan volume penjualan, pendapatan, hingga laba pada kuartal I tahun 2026.
”Transformasi bisnis yang dilakukan SIG berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio yang menjadi katalis pertumbuhan kinerja Perusahaan,” ungkap Vita Mahreyni.
