Direktur Operasi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Edi Sarwono menjelaskan fitur-fitur proyek pengembangan dermaga kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming (kedua dari kiri) didampingi Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra (kiri) saat kunjungan ke proyek dermaga dan fasilitas produksi SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Jumat (6/3/2026). (Dok. SIG)
Sepanjang kuartal I tahun 2026, volume penjualan SIG naik 1,7 persen yoy menjadi 8,71 juta ton dari periode yang sama pada tahun 2025 sebanyak 8,57 juta ton. Pencapaian tersebut didorong oleh penjualan domestik yang naik 5,4 persen yoy, utamanya dikontribusikan dari segmen semen kantong yang naik signifikan sebesar 11 persen yoy. Pencapaian tersebut bahkan melampaui permintaan semen kantong nasional yang naik 7,0 persen. Sementara penjualan regional terkontraksi 8 persen yoy.
Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan mengalami kenaikan 8,6 persen yoy seiring meningkatnya volume penjualan serta dampak kenaikan harga bahan bakar dan energi. Di saat yang bersamaan, biaya operasional (termasuk pendapatan dan pengeluaran operasional lainnya) naik sebesar 9 persen yoy. Namun demikian, berkat tata kelola keuangan yang baik, biaya keuangan bersih tercatat turun sebesar 35,4 persen yoy.
”Kami berhasil menjaga tren kinerja positif pada kuartal I tahun 2026 berkat disiplin menjalankan transformasi bisnis. Selain kinerja penjualan yang mengalami peningkatan, pendapatan juga tercatat naik 8,3 persen disertai kenaikan laba sebesar 88,7 persen. Pencapaian positif ini membuat kami semakin yakin bahwa langkah strategis yang ditempuh berada di jalur yang tepat, sembari terus melakukan evaluasi, adaptif terhadap segala perkembangan, dan memaksimalkan setiap peluang,” kata Vita Mahreyni.
Vita Mahreyni menambahkan, SIG melalui anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur yang kini ditargetkan operasional pada pertengahan tahun 2026.
”Ekspor akan menjadi segmen penting tidak hanya untuk menyiasati overcapacity industri domestik, tetapi juga meningkatkan utilitas dan mendukung pertumbuhan kinerja yang stabil. Rampungnya proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban menjadi tonggak bagi Perusahaan untuk mendorong lebih banyak ekspor semen yang akan menghasilkan margin yang lebih besar, tidak hanya ke Amerika Serikat, tetapi juga negara-negara lainnya,” ujar Vita Mahreyni. (WEB)