Jakarta, FORTUNE— Meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan kerja berpotensi membawa risiko terkait pengawasan penggunaan aplikasi AI hingga potensi kebocoran data.
Akamai Technologies merespons perkembangan tersebut dengan memperkenalkan Akamai Workforce Protector, solusi keamanan yang ditujukan untuk mengawasi aktivitas tenaga kerja dan agen AI di lingkungan perusahaan.
Senior Vice President sekaligus General Manager Enterprise Security Akamai, Ofer Wolf mengatakan perubahan pola kerja membuat pendekatan keamanan perlu mengikuti aktivitas pengguna dan agen AI.
“Pekerjaan adalah aliran koneksi digital yang tak henti-hentinya,” ujar Wolf dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9).
Workforce Protector sebelumnya dikenal sebagai LayerX dan kini menjadi bagian dari portofolio keamanan Akamai. Solusi tersebut dirancang untuk memantau interaksi karyawan dengan layanan AI, aplikasi software-as-a-service (SaaS), aplikasi web, aplikasi privat, serta data perusahaan.
Salah satu fungsi yang ditawarkan adalah mengidentifikasi penggunaan shadow AI, yaitu pemakaian aplikasi atau layanan AI oleh karyawan tanpa sepengetahuan atau persetujuan organisasi. Perusahaan dapat menetapkan kebijakan mengenai penggunaan aplikasi AI dan menerapkannya melalui sesi browser.
Akamai juga mengembangkan kemampuan pengamanan untuk aplikasi AI yang digunakan melalui perangkat desktop. Hal ini menjadi relevan seiring penggunaan berbagai perangkat dan aplikasi AI yang tidak selalu berada dalam sistem teknologi informasi perusahaan.
Dari sisi perlindungan data, Workforce Protector dapat digunakan untuk mencegah informasi sensitif dikirimkan ke model AI yang tidak mendapat otorisasi. Sistem tersebut juga dapat mengendalikan pengunduhan data dari aplikasi perusahaan ke perangkat karyawan.
Berbeda dari pendekatan keamanan yang berfokus pada perimeter jaringan, Akamai mengembangkan konsep interaction security, yakni penerapan pengamanan pada titik ketika pengguna, aplikasi, API, dan infrastruktur saling berinteraksi.
Menurut Wolf, penggunaan AI perlu diimbangi dengan pengamanan terhadap aktivitas karyawan dan agen AI, terutama ketika keduanya berinteraksi dengan aplikasi dan data perusahaan.
Workforce Protector juga dapat digunakan bersama solusi keamanan yang sudah diterapkan perusahaan, termasuk Security Service Edge (SSE), Cloud Access Security Broker (CASB), dan Data Loss Prevention (DLP). Solusi tersebut juga terintegrasi dengan layanan akses privat Akamai.
Akamai mengutip Gartner Market Guide for Secure Enterprise Browsers yang memperkirakan, sebanyak 25 perusahaan organisasi akan melengkapi solusi akses jarak jauh aman yang sudah dimiliki dengan setidaknya satu teknologi secure enterprise browser pada 2028. Angka tersebut meningkat dari sekitar 10 persen saat ini.
Perkembangan tren itu menunjukkan kebutuhan pengamanan aktivitas tenaga kerja berbasis browser dan aplikasi digital berpotensi meningkat seiring dengan kian meluasnya penggunaan AI di perusahaan.
