Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Adopsi AI Meluas, Risiko Kebocoran Data Mengintai
Ilustrasi kebocoran data/Shutterstock/Gorodenkoff.
  • Penggunaan AI di lingkungan kerja berpotensi meningkatkan risiko pengawasan aplikasi dan kebocoran data.

  • Akamai memperkenalkan Workforce Protector untuk mengawasi aktivitas tenaga kerja, agen AI, aplikasi, dan data perusahaan.

  • Solusi ini dapat mengidentifikasi shadow AI serta mencegah informasi sensitif dikirim ke model AI tanpa otorisasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting saat perusahaan memakai AI?
Vote Now
Selasa (15/9)

Ofer Wolf menyampaikan bahwa pekerjaan merupakan aliran koneksi digital yang tak henti-hentinya.

2028

Gartner Market Guide for Secure Enterprise Browsers memperkirakan 25 perusahaan organisasi akan melengkapi solusi akses jarak jauh aman dengan setidaknya satu teknologi secure enterprise browser.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting saat perusahaan memakai AI?
Vote Now
  • What?
    Akamai Technologies memperkenalkan Akamai Workforce Protector, solusi keamanan untuk mengawasi aktivitas tenaga kerja dan agen AI di perusahaan.
  • Who?
    Akamai Technologies dan Ofer Wolf, Senior Vice President sekaligus General Manager Enterprise Security Akamai.
  • Where?
    Di lingkungan perusahaan, termasuk interaksi melalui browser, aplikasi desktop, aplikasi web, aplikasi privat, dan layanan AI.
  • When?
    Selasa (15/9).
  • Why?
    Meningkatnya penggunaan AI di lingkungan kerja berpotensi membawa risiko pengawasan penggunaan aplikasi AI dan kebocoran data.
  • How?
    Workforce Protector memantau interaksi, mengidentifikasi shadow AI, menerapkan kebijakan melalui sesi browser, serta mengendalikan pengiriman dan pengunduhan data.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting saat perusahaan memakai AI?
Vote Now

Akamai membuat Workforce Protector untuk menjaga kantor yang memakai AI. Alat ini melihat karyawan dan agen AI saat memakai aplikasi dan data perusahaan. Alat ini juga bisa mencari shadow AI, yaitu AI yang dipakai tanpa izin. Sekarang, alat itu menjadi bagian dari keamanan Akamai dan bisa dipakai bersama solusi keamanan lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting saat perusahaan memakai AI?
Vote Now

Workforce Protector memberi perusahaan pilihan untuk mengawasi penggunaan AI tanpa hanya berfokus pada perimeter jaringan. Kemampuannya mengidentifikasi shadow AI, menerapkan kebijakan melalui browser, dan mengendalikan data dapat melengkapi solusi keamanan yang telah digunakan, termasuk SSE, CASB, DLP, serta layanan akses privat Akamai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting saat perusahaan memakai AI?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE— Meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan kerja berpotensi membawa risiko terkait pengawasan penggunaan aplikasi AI hingga potensi kebocoran data.

Akamai Technologies merespons perkembangan tersebut dengan memperkenalkan Akamai Workforce Protector, solusi keamanan yang ditujukan untuk mengawasi aktivitas tenaga kerja dan agen AI di lingkungan perusahaan.

Senior Vice President sekaligus General Manager Enterprise Security Akamai, Ofer Wolf mengatakan perubahan pola kerja membuat pendekatan keamanan perlu mengikuti aktivitas pengguna dan agen AI.

“Pekerjaan adalah aliran koneksi digital yang tak henti-hentinya,” ujar Wolf dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9).

Workforce Protector sebelumnya dikenal sebagai LayerX dan kini menjadi bagian dari portofolio keamanan Akamai. Solusi tersebut dirancang untuk memantau interaksi karyawan dengan layanan AI, aplikasi software-as-a-service (SaaS), aplikasi web, aplikasi privat, serta data perusahaan.

Salah satu fungsi yang ditawarkan adalah mengidentifikasi penggunaan shadow AI, yaitu pemakaian aplikasi atau layanan AI oleh karyawan tanpa sepengetahuan atau persetujuan organisasi. Perusahaan dapat menetapkan kebijakan mengenai penggunaan aplikasi AI dan menerapkannya melalui sesi browser.

Akamai juga mengembangkan kemampuan pengamanan untuk aplikasi AI yang digunakan melalui perangkat desktop. Hal ini menjadi relevan seiring penggunaan berbagai perangkat dan aplikasi AI yang tidak selalu berada dalam sistem teknologi informasi perusahaan.

Dari sisi perlindungan data, Workforce Protector dapat digunakan untuk mencegah informasi sensitif dikirimkan ke model AI yang tidak mendapat otorisasi. Sistem tersebut juga dapat mengendalikan pengunduhan data dari aplikasi perusahaan ke perangkat karyawan.

Berbeda dari pendekatan keamanan yang berfokus pada perimeter jaringan, Akamai mengembangkan konsep interaction security, yakni penerapan pengamanan pada titik ketika pengguna, aplikasi, API, dan infrastruktur saling berinteraksi.

Menurut Wolf, penggunaan AI perlu diimbangi dengan pengamanan terhadap aktivitas karyawan dan agen AI, terutama ketika keduanya berinteraksi dengan aplikasi dan data perusahaan.

Workforce Protector juga dapat digunakan bersama solusi keamanan yang sudah diterapkan perusahaan, termasuk Security Service Edge (SSE), Cloud Access Security Broker (CASB), dan Data Loss Prevention (DLP). Solusi tersebut juga terintegrasi dengan layanan akses privat Akamai.

Akamai mengutip Gartner Market Guide for Secure Enterprise Browsers yang memperkirakan, sebanyak 25 perusahaan organisasi akan melengkapi solusi akses jarak jauh aman yang sudah dimiliki dengan setidaknya satu teknologi secure enterprise browser pada 2028. Angka tersebut meningkat dari sekitar 10 persen saat ini.

Perkembangan tren itu menunjukkan kebutuhan pengamanan aktivitas tenaga kerja berbasis browser dan aplikasi digital berpotensi meningkat seiring dengan kian meluasnya penggunaan AI di perusahaan.

Pilih cara pengamanan penggunaan AI di perusahaan

Mana yang lebih penting saat perusahaan memakai AI?

See More
Pengawasan penggunaan AI
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Pengendalian data sensitif

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article