Comscore Tracker
TECH

Mengenal Strategi Buy the Dip dalam Investasi Kripto: Arti dan Tujuan

Buy the dip perlu diimbangi analisis fundamental & teknikal.

Mengenal Strategi Buy the Dip dalam Investasi Kripto: Arti dan Tujuanilustrasi Kripto (unsplash.com/ Pierre Borthiry Peiobty)

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Salah satu strategi yang populer dalam investasi maupun trading aset kripto adalah buy the dip. Para investor ataupun trader kelas aset ini bisa menggunakan taktik tersebut ketika kondisi pasar sedang lesu.

Buy the dip merujuk kepada strategi pembelian aset ketika harganya sedang turun dari harga tertingginya. Taktik ini memungkinkan seorang investor ataupun trader pun menebus aset ketika harganya sedang “diskon”. Lantas, ketika harga aset tersebut membaik, investor bisa beroleh keuntungan,

Seperti halnya pasar aset investasi lain, pasar aset kripto memiliki siklus. Ada periode ketika pasar mengalami kenaikan. Namun, ada pula periode ketika pasar sedang lesu, sebagaimana dilansir dari laman Pintu.

Strategi buy the dip memakai asumsi bahwa harga aset yang telah mencapai titik terendah nantinya akan mengalami kenaikan, demikian laman Zipmex. Dengan begitu, investor memiliki peluang untuk mengakumulasi aset ketika harganya sedang murah.

Investor profesional biasanya membuat batas untuk melakukan buy the dip, yakni ketika harga aset turun 30 persen dari posisi tertinggi. Namun, batas ini bergantung pada investor masing-masing.

Kelebihan dan kekurangan buy the dip

Seperti strategi lain, buy the dip tidak melulu menawarkan keuntungan, namun menyimpan risiko pula. Taktik tersebut tidak menjamin investor ataupun trader terhindar dari risiko penurunan harga aset karena berbagai alasan, sebagaimana dikutip dari laman Zipmex.

Meski harga kripto tertentu lebih murah ketimbang sebelumnya, tidak bisa disimpulkan secara otomatis bahwa aset tersebut memiliki nilai yang baik (dan pantas). Baik sebagai trader maupun investor, seseorang mesti bisa membedakan antara penurunan harga yang bersifat sementara, ataupun alarm bahwa harga akan jatuh mencapai titik terendah.

Menurut laman Pintu, berikut sejumlah kelebihan sekaligus kekurangan strategi buy the dip.

Kelebihan

  • Membeli aset pada harga diskon: strategi buy the dip memungkinkan Anda untuk terhindar dari pembelian saat harga mencapai titik tertingginya. Dengan membeli di harga rendah, investor ataupun trader pada gilirannya bisa mendapat keuntungan ketika nilai aset naik.
  • Potensi keuntungan jangka panjang. Ditambah dengan analisa fundamental, taktik tersebut berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang.

Kekurangan

  • Harga masih bisa turun lebih jauh. Investor bisa jadi mengalami kerugian lebih besar karena harga nilai aset kripto tertentu belum mencapai titik terendah. Namun, situasi ini dapat diantisipasi dengan analisis teknikal.
  • Potensi mendapatkan keuntungan jangka pendek kecil. Buy the dip pada dasarnya merupakan strategi investasi jangka panjang dengan ekspektasi keuntungan jangka panjang. Dengan begitu, dalam jangka pendek, sulit untuk menentukan momentum yang tepat untuk memulai menerapkan taktik tersebut.

Related Articles