Comscore Tracker
TECH

Orang Superkaya Amerika Bakal Kembali ke Luar Angkasa Bersama Spacex

Misi tersebut berpotensi mencetak sejarah baru.

Orang Superkaya Amerika Bakal Kembali ke Luar Angkasa Bersama SpacexKantor pusat SpaceX (Space Exploration Technologies Corp.); Roket Falcon 9 ditampilkan di depan; SpaceX adalah produsen kedirgantaraan swasta Amerika. Shutterstock/Sundry Photography

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Miliarder Amerika Serikat, Jared Isaacman, melontarkan rencananya untuk kembali terbang ke luar angkasa bersama SpaceX, perusahaan transportasi luar angkasa swasta yang didirikan oleh Elon Musk.

Menukil The Verge, Rabu (16/2), Isaacman mengumumkan telah membeli tiga tiket tambahan dengan SpaceX, dan melabeli serangkaian misi tersebut sebagai “Polaris” yang akan membawanya lebih dalam ke luar angkasa.

Isaacman, yang memiliki kekayaan sekitar US$2 miliar atau lebih dari Rp28 triliun, menjadi sorotan tahun lalu usai membiayai seluruh penumpang dalam misi SpaceX Crew Dragon bertajuk Inspiration4.  

Pria tersebut mengisi tiga kursi yang tersisa di pesawat luar angkasa dengan astronot sipil lainnya, yakni penyintas kanker, seorang insinyur, dan seorang profesor. Keempat orang tersebut dilatih dan akhirnya terbang ke orbit dalam perjalanan tiga hari.

Dalam misi sama terdapat ikhtiar memberikan donasi untuk rumah sakit penelitian anak St. Jude dengan dana terkumpul sebesar US$243 juta atau setara Rp3,47 triliun.

Tiga misi

Kini, Isaacman tampaknya berencana mengulangi misi Inspiration 4 dalam skala lebih besar. Tiga penerbangan yang ia beli tesebut termasuk dua misi di SpaceX's Crew Dragon yang akan terbang ke orbit super tinggi di sekitar Bumi.

Pada perjalanan Crew Dragon pertama, yang disebut Polaris Dawn, Isaacman berencana untuk ikut terbang. Dia bakal menduduki kursi yang tersisa dengan dua karyawan SpaceX, Sarah Gillis dan Anna Menon, serta Scott “Kidd” Poteet, mantan pilot Angkatan Udara yang menjadi direktur misi untuk Inspiration4. Penerbangan pertama rencananya berlangsung akhir tahun ini selama lima hari.

Jika berhasil, ia akan terbang hingga jarak terjauh yang pernah dicapai oleh kapsul Crew Dragon SpaceX, apalagi berisi awak dan penumpang. Isaacman meyakini penerbangan Polaris Dawn akan menorehkan sejarah baru penerbangan manusia ke luar angkasa.

"Kami akan lebih jauh ke luar angkasa daripada yang telah dilakukan manusia sejak terakhir kali kita (manusia) berjalan di Bulan," kata Isaacman. Sejauh ini, Crew Dragon hanya terbang di sekitar orbit rendah Bumi.

Biaya misi

Isaacman menolak berkomentar tentang biaya misi penerbangan ke luar angkasa tersebut. Hal sama terjadi tahun lalu dengan misi Inspiration 4. Dia hanya mengatakan telah membayar kurang dari US$200 juta atau lebih dari Rp2,80 triliun.

Menurut Reuters, Isaacman merupakan pilot berpengalaman. Dia pernah terlibat dalam skuadron aerobatik sipil Black Diamond. Baru-baru ini dia menerbangkan Alpha Jet, pesawat yang sering digunakan untuk melatih pilot, di atas fasilitas Starship SpaceX di Texas Selatan, Amerika Serikat.  

Polaris Dawn akan menjadi misi yang bertujuan untuk menetapkan rekor ketinggian orbit baru dan menampilkan perjalanan ruang angkasa komersial pertama di dunia. Misi itu juga ditujukan untuk menguji sistem komunikasi berbasis laser dari jaringan satelit Starlink SpaceX, kata Isaacman.

Jika berhasil, inisiatif tersebut akan menandai tonggak sejarah lain dalam komersialisasi ruang angkasa yang berkembang, wilayah yang biasanya didominasi para astronot profesional.

Related Articles