Comscore Tracker
TECH

Startup Ajaib PHK Karyawan dan Potong Gaji Jajaran Manajemen

Para pendiri Ajaib mengaku tidak menerima gaji.

Startup Ajaib PHK Karyawan dan Potong Gaji Jajaran ManajemenIlustrasi : Platform fintech Ajaib resmi jadi pemegang saham pengendali Bank Bumi Artha. (Shutterstock)

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Ajaib menyatakan ikut terdampak oleh tren ketidakpastian perekonomian global. Karena itu, perusahaan rintisan penyedia aplikasi investasi itu menempuh sejumlah langkah efisiensi bisnis.

Dalam keterangan kepada media, dikutip Rabu (30/11), manajemen Ajaib mengatakan telah mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 67 karyawan. Manajemen menyebut pemangkasan pekerja merupakan keputusan yang sulit.

“Untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi kondisi makroekonomi yang tidak menentu, kami terpaksa melakukan perampingan karyawan,” begitu keterangan manajemen.

Ajaib menyatakan karyawan yang terlempar dari perusahaan akan mendapat kompensasi sesuai aturan perundang-undangan, tambahan bonus pesangon setara satu bulan gaji untuk setiap tahun masa kerja, asuransi kesehatan bagi karyawan dan keluarga selama enam bulan ke depan, konseling, dan dukungan pencarian kerja.

Pemangkasan gaji

Selain memecat pekerjanya, Ajaib memutuskan pula untuk mengurangi gaji jajaran manajemen. Pada saat bersamaan, para pendiri Ajaib mengaku tidak menerima gaji.

“Seluruh upaya ini tidak berdampak ke kelangsungan perusahaan dan layanan kepada nasabah Ajaib,” katanya.

Ajaib mengeklaim telah meningkatkan inklusi keuangan Indonesia melalui layanan jasa keuangan digital dalam tiga tahun terakhir. Startup ini menyatakan telah menyiapkan strategi bisnis demi terus memperkuat inklusi keuangan di Indonesia.

Dalam klaimnya, perusahaan itu menyatakan pertumbuhan kenaikan investornya lebih dari 100 persen dalam 12 bulan terakhir. Dengan begitu, jumlah investor platform teknologi investasi ini mencapai 2 juta.

“Ajaib berkomitmen untuk terus meningkatkan akses layanan keuangan modern kepada generasi baru Indonesia dengan menyediakan layanan investasi yang aman dan tepercaya,” kata Strategic Communications Lead Ajaib, Iwan Kurniawan, dalam keterangan resmi, seperti dilansir dari Antara, Jumat (4/11).

Pada Oktober 2021, Ajaib resmi menjadi unicorn atau perusahaan dengan valuasi di atas US$1 miliar setelah meraih pendanaan seri B sebesar US$243 juta atau sekitar Rp3,4 triliun.

PHK Startup

Ajaib bukan satu-satunya perusahaan rintisan yang mengumumkan langkah efisiensi. Belakangan, jumlah perusahaan rintisan Indonesia yang memangkas pekerja terus bertambah.

Sirclo mengumumkan kebijakan efisiensi yang berdampak terhadap 8 persen karyawannya, Selasa (22/11). Namun, perusahaan penyedia solusi omnichannel e-commerce itu tidak menyebutkan secara terperinci jumlah pegawainya yang terdampak PHK.

Lalu, manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengonfirmasi kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang santer merebak sejak pekan lalu. Perusahaan teknologi itu memangkas 1.300 karyawan atau setara 12 persen dari total pekerja.

Dalam keterangan pers yang diterima Fortune Indonesia, Jumat (18/11), manajemen GoTo menyatakan keputusan tersebut diumumkan secara langsung kepada karyawan dalam townhall yang dipimpin CEO Andre Soelistyo.

Perusahaan itu beralasan harus berfokus pada hal-hal yang berada dalam kendalinya, termasuk perampingan jumlah karyawan dan sejumlah inisiatif lain untuk menghemat biaya, di tengah kondisi perekonomian global yang kurang bergairah.

Sejumlah perusahaan rintisan lain yang menempuh langkah serupa di antaranya Ruangguru, Binar Academy, Xendit, dan Shopee Indonesia.

Related Articles