Jakarta, FORTUNE – Nintendo mulai membuka babak baru di pasar Indonesia dengan menghadirkan jalur distribusi resmi untuk konsol gimnya. Perusahaan asal Jepang itu akan meluncurkan Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 di Indonesia pada Desember 2026, sekaligus menyiapkan layanan purnajual dan peluang kolaborasi dengan pengembang gim lokal.
Langkah tersebut menjadi tonggak penting bagi Nintendo yang memiliki sejarah panjang sejak 1889. Berawal sebagai produsen kartu Hanafuda, perusahaan itu kemudian bertransformasi menjadi salah satu pemain terbesar di industri gim global.
Setelah selama bertahun-tahun produknya beredar di Indonesia melalui jalur impor tanpa kehadiran resmi, Nintendo kini mulai membangun pijakan langsung di pasar Tanah Air. Kehadiran Switch 2 menjadi pintu masuk, sementara pembangunan ekosistem dan keterlibatan dengan industri gim lokal berpotensi menjadi bagian yang lebih besar dari ekspansi tersebut.
Nintendo mengonfirmasi rencana tersebut kepada Reuters pada Rabu (12/8). Dalam pernyataannya, perusahaan mengatakan kedua konsol akan diluncurkan di Indonesia pada Desember 2026. Nintendo belum mengungkap tanggal peluncuran maupun rincian lain mengenai model bisnis dan cakupan operasionalnya di Indonesia.
"Sayangnya, belum ada hal lain yang bisa kami bagikan selain rencana peluncuran Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 di Indonesia pada bulan Desember mendatang," kata Nintendo,
Kehadiran tersebut mulai terlihat secara resmi setelah situs Nintendo Indonesia mengudara pada Kamis (13/8). Namun, laman tersebut masih memuat informasi terbatas dan baru memperkenalkan kehadiran Nintendo di Indonesia serta rencana peluncuran Switch dan Switch 2 pada Desember.
Untuk menjalankan distribusi resmi di Indonesia, Nintendo menggandeng anak usaha Salim Group sebagai distributor. Langkah ini sekaligus menandai perubahan pola distribusi produk Nintendo di Tanah Air yang selama ini belum memiliki perwakilan maupun distributor resmi.
Direktur Non-Eksekutif First Pacific Co., Ltd., Axton Salim, mengonfirmasi kehadiran Nintendo melalui unggahan di akun Instagram @axtonsalim pada Rabu, 12 Agustus 2026.
"Resmi. Nintendo akan hadir di Indonesia. Terima kasih Nintendo dan The Pokémon Company. Bersama-sama, kami akan menghadirkan kebahagiaan bagi banyak keluarga di Indonesia," kata Axton.
Tak hanya menangani distribusi, anak usaha Salim Group tersebut juga akan bekerja sama dengan Nintendo untuk membangun pusat perbaikan resmi dan layanan pelanggan di Indonesia. Dengan demikian, ekspansi Nintendo mencakup pembangunan jaringan layanan purnajual, bukan sekadar memperluas penjualan konsol di pasar domestik.
Masuknya Nintendo melalui distribusi resmi juga mendapat perhatian pemerintah. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai kehadiran perusahaan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem industri gim Indonesia, tidak hanya dari sisi konsumsi, tetapi juga penciptaan karya.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Irene mengatakan kehadiran Nintendo merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem gim yang lebih sehat sekaligus memperkuat perlindungan terhadap karya digital. "Bersamaan dengan Hari Game Indonesia, setelah beberapa waktu persiapan, kini kita akan menyambut kehadiran ekosistem Nintendo di Indonesia, membuka berbagai potensi peluang kolaborasi dengan industri kreatif Indonesia," tulis Irene.
