Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Perampingan Bisnis, Yahoo Jual TechCrunch ke Regent

WhatsApp Image 2025-03-25 at 1.42.18 PM.jpeg
Kantor Yahoo di Dublin/Dok. Yahoo

Jakarta, FORTUNE - Yahoo secara resmi mengalihkan kepemilikan TechCrunch kepada Regent, sebuah perusahaan investasi. Pengumuman mengenai akuisisi ini disampaikan pada Jumat (21/3), meskipun nilai transaksi tidak diungkapkan ke publik.

Perpindahan kepemilikan ini menambah sejarah panjang TechCrunch, yang sebelumnya berada di bawah AOL, kemudian berpindah ke Verizon, sebelum akhirnya diakuisisi oleh Yahoo. Sementara itu, Regent baru saja mengakuisisi Foundry, perusahaan induk yang menaungi PCWorld, Macworld, InfoWorld, CIO, dan TechAdvisor.

Meski telah menjual TechCrunch ke Regent, Yahoo tetap mempertahankan kepemilikan minoritasnya di perusahaan tersebut. Proses akuisisi ini diperkirakan akan selesai dalam beberapa pekan ke depan.

Dengan pembelian ini, Regent semakin memperkuat eksistensinya di industri media, khususnya di bidang teknologi. Pembelian TechCrunch dilakukan hanya sehari setelah perusahaan ini mengakuisisi Foundry dari International Data Group (IDG). Dalam pernyataannya, Regent menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi untuk memperbesar bisnis media digitalnya.

“Kami antusias menyambut TechCrunch dan Foundry dalam portofolio kami. Sejak didirikan pada 2005, TechCrunch telah menjadi salah satu media utama dalam dunia startup. Kami ingin terus memperluas jangkauannya dalam menyajikan berita, analisis, serta opini mengenai industri teknologi global,” ujar Regent dalam pernyataan resminya, sebagaimana dikutip dari Variety, Rabu (26/3).

Regent memiliki portofolio media yang cukup luas, termasuk surat kabar dan majalah seperti Sunset, Defense News, Military Times, serta penyiar berita Cheddar TV. Dengan tambahan TechCrunch dan Foundry, perusahaan ini semakin memperkuat posisinya dalam ranah media teknologi.

Sebagai bagian dari proses transisi kepemilikan, TechCrunch akan berpindah ke kantor baru yang berlokasi di San Francisco dan New York, yang telah disiapkan oleh Regent. Meski demikian, Loizos menegaskan bahwa perubahan ini tidak akan mempengaruhi operasional, dan tim redaksi akan tetap bekerja seperti biasa.

Yahoo Fokus pada Bisnis Utama dan Efisiensi Portofolio

Keputusan Yahoo untuk melepaskan TechCrunch selaras dengan strategi perusahaan dalam merampingkan portofolionya dan lebih berfokus pada merek-merek utama yang sejalan dengan model bisnisnya.

"Pada akhirnya, DNA kami berbeda dengan TechCrunch," ujar Loizos dalam pengumuman akuisisi ini, mengutip The Verge, Rabu (25/3). Ia menjelaskan bahwa Yahoo News, Yahoo Finance, dan Yahoo Sports lebih berorientasi pada agregasi berita, sedangkan TechCrunch lebih fokus pada jurnalisme investigatif dan analisis industri teknologi.

Dalam pernyataan resminya, Yahoo menekankan bahwa TechCrunch merupakan bagian penting dari sejarahnya, tetapi di bawah kepemimpinan Regent, media ini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.

“Kami yakin bahwa babak baru ini akan menjaga pengaruh TechCrunchsekaligus mendukung pertumbuhannya,” tulis Yahoo, melansir Yahoo Finance.

Yahoo juga menegaskan bahwa mereka akan tetap menjalin hubungan dengan Regent dan TechCrunch. “Kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan Regent dan TechCrunch dalam membangun kemitraan jangka panjang yang bertujuan memperluas audiens, mengembangkan konten inovatif, serta menciptakan pertumbuhan finansial bersama,” tambahnya.

Selain menjual TechCrunch, Yahoo juga terus melakukan restrukturisasi. Sebelumnya, perusahaan ini telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.000 karyawan pada 2023 dan menghentikan layanan berlangganan TechCrunch Plus (TC+) di awal 2024. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi Yahoo untuk lebih memusatkan perhatian pada unit bisnis utamanya, seperti Yahoo Finance, Yahoo Sports, dan teknologi periklanan.

Peta kepemilikan TechCrunch dari masa ke masa

Sejak didirikan pada tahun 2005, TechCrunch telah mengalami beberapa kali perubahan kepemilikan. AOL pertama kali membeli situs ini pada 2010 dengan nilai 25 juta dolar AS. Lima tahun kemudian, Verizon mengambil alih AOL, yang secara otomatis membawa TechCrunch ke dalam ekosistemnya. Pada 2017, Verizon mengakuisisi Yahoo, sehingga TechCrunch pun ikut menjadi bagian dari Yahoo.

Pada 2021, Verizon menjual divisi medianya kepada Apollo Global Management dengan nilai 5 miliar dolar AS, yang membuat Yahoo menjadi entitas mandiri dengan portofolio media digital yang lebih ramping.

Di tengah dinamika industri media digital, Loizos menyoroti bahwa TechCrunch tetap mampu bertahan meskipun menghadapi berbagai tantangan. “Banyak perusahaan berita menghadapi tekanan besar, mulai dari ringkasan berita berbasis kecerdasan buatan hingga transformasi Twitter menjadi X. Namun, TechCrunch tetap mampu bertahan dan terus meningkatkan jumlah pembacanya dalam setahun terakhir,” ungkapnya.

Dengan akuisisi ini, TechCrunch memasuki era baru di bawah kepemimpinan Regent. Bagaimana strategi Regent dalam mengelola TechCrunch ke depannya masih menjadi tanda tanya, tapi langkah ini tanpa diragukan lagi menjadi perubahan besar dalam lanskap media teknologi global.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us