Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Schneider Electric Indonesia Klaim Pangkas Emisi Operasional 82%
Ilustrasi MCSet milik Schneider/Dok Schneider Electric
  • Schneider Electric Indonesia menurunkan emisi operasional Scope 1 dan 2 sebesar 82% pada semester I-2026 dibandingkan 2017, sementara emisi Scope 3 turun 12% dari baseline 2021.
  • Perusahaan mengklaim membantu penghematan energi 129,5 juta MWh pada semester I-2026, menghindari lebih dari 50 juta ton CO₂ dan membawa akumulasi penghindaran sejak 2018 menjadi 913 juta ton.
  • Melalui Impact 2030, Schneider memperluas produk sirkular dan dekarbonisasi rantai pasok; 1.500 pemasok terlibat, 15 memenuhi seluruh persyaratan, serta lebih dari 1.000 pemasok memakai perangkat AI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Schneider Electric Indonesia mengklaim telah menurunkan emisi karbon dari operasional perusahaan (Scope 1 dan Scope 2) hingga 82 persen pada semester I 2026 dibandingkan tingkat emisi pada 2017. Sementara itu, emisi Scope 3 tercatat menurun 12 persen dibandingkan baseline 2021.

Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari implementasi program keberlanjutan Impact 2030 yang berfokus pada dekarbonisasi operasional, pengembangan produk berkelanjutan, penguatan rantai pasok, serta perluasan akses energi.

"Kami meningkatkan ambisi dengan memperkuat fondasi yang telah dibangun, sekaligus mempercepat integrasi keberlanjutan ke dalam setiap aspek bisnis kami untuk mendukung kemajuan bagi semua," ujar Martin dalam keterangan resmi, Senin (3/8).

Selain menekan emisi di internal perusahaan, Schneider Electric mengklaim membantu penghematan konsumsi energi sebesar 129,5 juta MWh pada semester pertama 2026.

Dari inisiatif tersebut, perusahaan menilai telah menghindari lebih dari 50 juta ton emisi karbon dioksida (CO₂), sehingga akumulasi emisi yang berhasil dihindari sejak 2018 mencapai 913 juta ton.

Pada sisi pengembangan produk, sebanyak 27 persen produk dan solusi utama yang masih dalam tahap perancangan telah memenuhi standar sirkularitas dan lingkungan melalui program Future-designed. Sementara itu, perusahaan memperluas program dekarbonisasi pemasok dengan melibatkan 1.500 pemasok dalam inisiatif The Zero Carbon Pathway.

Dalam program itu, para pemasok diminta mengukur emisi operasional Scope 1 dan Scope 2, menetapkan target penurunan emisi, serta mulai menghitung emisi Scope 3 dan product carbon footprint. Hingga kuartal II 2026, sebanyak 15 pemasok telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.

Untuk mendukung implementasi program, Schneider Electric juga mulai menerapkan perangkat digital berbasis kecerdasan buatan (AI) kepada lebih dari 1.000 pemasok selama semester pertama tahun ini.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article