Jakarta, FORTUNE – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan kinerja keuangan positif sepanjang semester I-2026 dengan mengantongi laba bersih Rp313,7 miliar. Capaian ini tumbuh 6,6 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp294,3 miliar.
Pertumbuhan laba perseroan disokong oleh lonjakan pendapatan 16,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp13,6 triliun pada enam bulan pertama tahun ini.
Unit bisnis distribusi masih menjadi penopang utama kinerja MTDL dengan menyumbang pendapatan Rp10,5 triliun, atau 76 persen dari total pendapatan perseroan. Pertumbuhan pada lini ini didorong oleh peningkatan penjualan produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), seperti smartphone, PC, dan notebook.
Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, mengungkapkan perseroan mampu mempertahankan pertumbuhan profitabilitas meski dihadapkan pada dinamika pasar yang menantang.
“Perseroan tetap membukukan pertumbuhan laba bersih di tengah sengitnya persaingan pasar dan pengetatan belanja TIK oleh pelanggan. Meskipun penjualan berhasil tumbuh dua digit, kedua faktor tersebut menyebabkan pertumbuhan laba bersih tercatat pada level satu digit,” kata Susanto melalui keterangan resmi yang dikutip Kamis (30/7).
Sementara itu, unit bisnis solusi dan konsultasi membukukan pendapatan Rp3,4 triliun. Segmen ini menunjukkan kualitas pendapatan yang kian solid, terlihat dari porsi pendapatan berulang (recurring revenue) yang mencapai 57,5 persen hingga semester I-2026.
Layanan cloud, business application, dan digital business platform menjadi penggerak utama pertumbuhan pada segmen ini.
“Patut disyukuri bahwa order booking yang diterima perseroan, khususnya dari proyek-proyek berulang (recurring projects), juga terus menunjukkan pertumbuhan,” tambah Susanto.
Menghadapi paruh kedua tahun ini, MTDL menyiapkan strategi diferensiasi pada kedua unit bisnisnya. Pada lini solusi dan konsultasi digital, perusahaan penyedia jasa TIK terpadu ini akan berfokus memperkuat bisnis solusi serta memperluas kolaborasi dengan prinsipal baru. Sedangkan pada unit bisnis distribusi digital, perseroan bakal mengoptimalkan portofolio produk dan solusi guna mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja.
