Comscore Tracker
TECH

Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Ini yang Harus Orang Tua Perhatikan

Pembelajaran tatap muka dan jarak jauh bisa dilakukan.

Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Ini yang Harus Orang Tua PerhatikanDok. Shutterstock/Travelpixs

by Suheriadi

Jakarta,FORTUNE - Beberapa daerah telah mendapatkan status wilayah dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua dan satu. Dengan perkembangan tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah memberlakukan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai Agustus 2021 kemarin.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro pun mengimbau orang tua untuk mengizinkan anaknya melakukan pembelajaran tatap muka ke sekolah. Namun, ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Dirinya juga memberikan beberapa saran yang harus diperhatikan orang tua dalam proses PTM. 

“PTM Terbatas dilaksanakan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Hal yang utama adalah guru dan tenaga pendidik harus sudah divaksinasi secara lengkap sebelum sekolah dibuka," kata Reisa melalui keterangan resmi pada acara Talk Show Parent Week Pahamify bertajuk ‘Amankah Pembelajaran Tatap Muka? Siapkan Anak kembali ke Sekolah, Senin (25/10).
 

Pastikan sekolah terapkan protokol kesehatan

Reisa menambahkan, orang tua harus memastikan sekolah telah menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat, mulai dari menjaga jarak, menyiapkan tempat cuci tangan, hingga menyemprotkan desinfektan secara berkala. 

Tak hanya itu, pastikan setiap ruang kelas juga tidak terisi penuh dan menjaga jarak agar sirkulasi udara dalam ruangan tercukupi. 

"Pemerintah mulai memberlakukan metode PTM di sekolah. Persiapan anak untuk PTM harus dilakukan secara optimal, pastikan adanya proteksi maksimal bagi anak," kata Chief Operating Officer (COO) Pahamify Mohammad Ikhsan.

Tumbuhkan kesadaran bahaya Covid-19 pada anak

Bukan hanya sekolah, anak-anak juga harus diberikan pengertian bahwa menjaga diri untuk terhindar dari Covid-19 merupakan kewajiban yang harus terus dilakukan. Reisa juga mengimbau para orang tua untuk bisa membawakan bekal makanan pada anaknya agar tidak jajan di luar.

Reisa menyebut orang tua diharap dapat memastikan bahwa anak selalu mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Kesehatan anak juga perlu dijaga melalui makanan dan minuman yang bergizi. 

Kombinasikan Pembelajaran Tatap Muka dan Jarak Jauh

dr. Reisa juga menilai masih perlunya kombinasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) meski beberapa sekolah telah menetapkan pembelajaran tatap muka. Menurutnya, selain sekolah tatap muka masih perlu adanya pembelajaran di rumah salah satunya bisa melalui education tecknology (edtech). 

Sebagai informasi saja, berdasarkan data kesiapan belajar di seluruh Provinsi pada laman Kemendikbud Ristek hingga Selasa (26/10). Sudah ada 47,39 persen atau sebanyak 136.398 satuan pendidikan yang melaporkan proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Sementara itu, sebanyak 151.432 satuan pendidikan atau 52,61 persen yang melaporkan masih menerapkan pembelajaran dari rumah.

Related Articles