Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Tekan Fatalitas Kanker, MRCCC Siloam Semanggi Boyong Empat Teknologi Medis Terbaru

Tekan Fatalitas Kanker, MRCCC Siloam Semanggi Boyong Empat Teknologi Medis Terbaru
Teknologi uMI Panvivo PETCT milik MRCCC Siloam Semanggi/Dok MRCCC Siloam
Intinya Sih
  • Kematian akibat kanker di Indonesia mencapai 242.000 kasus per tahun; 70 persen pasien baru menyadari penyakitnya saat stadium lanjut, sehingga terapi lebih kompleks dan peluang kesembuhan mengecil.
  • MRCCC Siloam Semanggi menghadirkan uMI Panvivo PET/CT, Symbia Pro.specta Q3 SPECT/CT, Spectral CT 7500, dan uAngio AVIVA untuk memperkuat penanganan kanker.
  • Teknologi ini mendukung deteksi hingga evaluasi terapi serta pendekatan presisi berbasis karakteristik pasien; AI menjadi alat bantu tenaga medis, bukan pengganti keputusan klinis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE – MRCCC Siloam Semanggi meningkatkan investasi layanan kesehatan dengan menghadirkan empat teknologi generasi terbaru pada bidang onkologi demi menjawab tantangan penanganan kanker di Indonesia.

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN), angka kematian akibat kanker di Indonesia mencapai 242.000 kasus per tahun. Tingginya angka tersebut dipicu oleh lambatnya kesadaran pasien, dengan 70 persennya baru insaf tentang penyakitnya saat telah memasuki stadium lanjut. Itu membuat pilihan terapi menjadi lebih kompleks dan memperkecil peluang kesembuhan.

Teknologi mutakhir yang diboyong rumah sakit ini adalah uMI Panvivo PET/CT, Symbia Pro.specta Q3 SPECT/CT, Spectral CT 7500, dan uAngio AVIVA Intelligent Angiography System.

Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan, mengatakan transformasi ini menggeser pendekatan medis dari terapi berbasis jenis kanker menjadi terapi presisi berdasarkan karakteristik spesifik setiap pasien.

“Kami terus berinvestasi pada teknologi yang mendukung pengambilan keputusan klinis secara lebih presisi agar setiap inovasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pasien," ujar Tries melalui keterangan yang dikutip Jumat (31/7).

Keberadaan empat teknologi tersebut, menurutnya, saling melengkapi dalam seluruh ekosistem penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, diagnosis, penentuan stadium, perencanaan terapi, tindakan intervensi, hingga evaluasi pascaterapi.

Secara teknis, modalitas uMI Panvivo PET/CT memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk pencitraan molekuler berakurasi tinggi, yang mempermudah dokter mendeteksi lesi berukuran kecil serta memantau respons terapi.

Sementara itu, perangkat Spectral CT 7500 menggunakan spectral imaging untuk menganalisis komposisi jaringan secara mendalam, memisahkan jaringan normal dengan jaringan kanker secara presisi.

Meski adopsi teknologi canggih terus ditingkatkan, Tries menegaskan pemanfaatan AI dan perangkat pencitraan ini berfungsi memperkuat—bukan menggantikan—peran serta kapabilitas tenaga medis dalam mengambil keputusan klinis.

"Teknologi merupakan alat bantu bagi dokter untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat. Ketika inovasi dipadukan dengan kompetensi tenaga kesehatan dan kolaborasi multidisiplin, pasien memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan penanganan yang lebih optimal," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Latest in Tech

See More