Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini menilai transformasi Pos Indonesia perlu diarahkan pada penguatan bisnis inti, yaitu logistik. Menurutnya, persaingan industri saat ini tidak hanya bergantung pada harga, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam teknologi, kecepatan layanan, dan efisiensi rantai pasok.
“Persaingan ini bukan lagi sekadar adu murah tarif belanja, melainkan juga adu cepat integrasi teknologi, keandalan last mile delivery, dan efisiensi rantai pasok. Dalam peta besar tersebut, PT Pos Indonesia berada pada titik yang sangat krusial,” ujar Anggia.
Ia menyebut Pos Indonesia memiliki keunggulan berupa jaringan layanan yang menjangkau wilayah kecamatan hingga daerah terpencil. Namun, perusahaan juga menghadapi tantangan dalam mempertahankan pasar logistik komersial, khususnya di kawasan perkotaan.
Konsolidasi sembilan BUMN logistik ke PT Pos Indonesia menjadi bagian dari upaya membangun layanan logistik yang lebih terintegrasi, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan efisiensi industri logistik nasional.
Mengapa 9 BUMN logistik dikonsolidasi ke PT Pos Indonesia? | Konsolidasi dilakukan untuk mengurangi fragmentasi bisnis dan meningkatkan skala usaha logistik BUMN. |
Kapan tahap awal konsolidasi BUMN logistik dimulai? | Tahap awal dimulai pada 1 Juli 2026 dengan bergabungnya 7 perusahaan ke PT Multi Terminal Indonesia. |
Berapa jumlah perusahaan yang akan masuk dalam holding logistik Pos Indonesia? | Total ada 9 perusahaan logistik BUMN yang akan berada di bawah ekosistem Pos Indonesia. |
Apa manfaat konsolidasi bagi bisnis logistik? | Konsolidasi ditujukan untuk memperluas jaringan, meningkatkan efisiensi, dan menekan biaya logistik. |