Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AKRA Anggarkan Rp1 Triliun, Apa Saja Proyek Ekspansi 2026?
Logo AKR Corporindo. (AKR Corporindo/AKRA)
  • AKRA menganggarkan belanja modal sekitar Rp1 triliun pada 2026 untuk melengkapi utilitas JIIPE, mengakuisisi kapal, pemeliharaan, serta pengembangan terminal di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
  • Perseroan menargetkan monetisasi JIIPE melalui penjualan lahan, aktivitas pelabuhan, dan utilitas, sambil mengembangkan layanan gas alam, LNG, energi surya, BBM ritel, serta avtur.
  • Pada semester I 2026, AKRA mencatat pendapatan Rp30,84 triliun, laba kotor Rp2,28 triliun, dan laba bersih Rp1,43 triliun, didorong penjualan tanah, utilitas, trading, serta distribusi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp1 triliun pada 2026. Salah satu alokasinya adalah untuk melengkapi beberapa fasilitas utilitas di Kawasan Industri JIIPE, Gresik, Jawa Timur.

Corporate Secretary AKRA, Arum Pawestri Handayani, mengatakan, perseroan akan mengembangkan dan memonetisasi JIIPE lewat penjualan lahan, aktivitas pelabuhan, dan peningkatan permintaan utilitas.

"Kami pun akan mengembangkan sumber pertumbuhan berikutnya, termasuk utilitas industri, layanan pelabuhan, infrastruktur natural gas dan LNG, energi surya, BBM ritel, serta avtur," ujar Arum dalam Paparan Publik AKRA, Selasa (8/9).

Lebih lanjut, Head of Investor Relation AKRA, Ignatius Teguh Prayoga, mengatakan, selain untuk mengembangkan JIIPE, belanja modal juga dialokasikan untuk akuisisi satu kapal, kebutuhan pemeliharaan (maintenance capex), serta pengembangan terminal.

"Baik di Pulau Jawa, Kalimantan, maupun Sulawesi," kata Arum.

Per akhir Juni 2026, AKRA telah merealisasikan belanja modal sekitar Rp546 miliar.

Langkah ekspansi JIIPE dan perluasan layanan utilitas adalah dua dari tiga prioritas utama AKRA. Prioritas lainnya adalah memperkuat bisnis perdagangan dan distribusi BBM (bahan bakar minyak), serta kimia dasar. Itu dilakukan lewat pertumbuhan volume secara selektif, keandalan pasokan, serat optimalisasi jaringan.

"Di tengah dinamika geopolitik, volatilitas harga energi dan komoditas, serta perubahan rantai pasok global dan juga tuntutan efisiensi, AKRA melihat kebutuhan pelanggan akan terus berkembang," ujar Arum.

Dari segi kinerja, perseroan melaporkan pendapatan senilai Rp30,84 triliun pada enam bulan pertama 2026. Sekitar Rp30,7 triliun merupakan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan; sedangkan sisanya adalah pendapatan sewa. Sejalan dengan itu, perseroan membukukan laba kotor dan laba bersih masing-masing Rp2,28 triliun (naik 17 persen, YoY) dan Rp1,43 triliun (naik 21 persen, YoY).

Pertumbuhan kinerja itu didukung oleh penjualan tanah dari properti perindustrian, peningkatan utilitas yang signifikan, serta pertumbuhan trading dan distribusi secara stabil.

Curated For You

Editorial Team

Related Article