Jakarta, FORTUNE - Menu ayam berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap penjualan PT Rekso Nasional Food (RNF), pemilik waralaba McDonald's Indonesia. Tak ayal, menjaga kualitas dari produk itu merupakan hal krusial bagi perusahaan.
Produk utama dalam menu ayam McDonald's Indonesia, Ayam Krispy McD, pertama kali dirilis pada 1999. Di balik setiap sajian ayam itu, ada rangkaian proses panjang dan standar kualitas yang dijalankan secara konsisten. Itu dilakukan lewat penggunaan bahan baku ayam segar dari peternak lokal, pengawasan mutu terintegrasi, hingga proses pengolahan oleh kru bersertifikasi.
"Menjaga standar operasional yang konsisten, kehadiran teknologi pendukung, serta pengembangan kompetensi kru, dilakukan untuk membuat setiap potong Ayam Krispy McD tersaji dengan kualitas yang sama setiap kali dinikmati pelanggan," kata Associate Director of Marketing McDonald's Indonesia, Caroline Kurniadjaja, dikutip Kamis (13/8).
Dari segi bahan baku, sekitar 86 persen dari total belanja pemasok McDonald's Indonesia dialokasikan kepada mitra lokal di sektor pertanian, peternakan, hingga manufaktur. Lalu, sekitar 76 persen bahan baku perusahaan juga berasal dari dalam negeri, termasuk ayam, sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng.
Khusus untuk ayam, salah satu mitra pemasok McDonald's Indonesia adalah PT Ciomas Adisatwa, anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Kedua pihak telah bermitra lebih dari 3 dekade.
Fortune Indonesia berkesempatan mengunjungi salah satu peternakan milik PT Ciomas Adisatwa pada awal Agustus 2026, yakni Padahanten Farm di Majalengka, Jawa Barat. Peternakan yang didirikan pada 2023 itu memiliki kapasitas 320.000 ekor ayam. Di sana, terdapat 5 kandang, yang masing-masing memiliki 2 lantai. Jumlah ayamnya adaah 32.000 per lantai.
Peternakan itu memiliki 2 clean area. Kandang berlokasi di area kedua. Demi menjaga kualitas ayam yang dihasilkan, semua yang masuk ke clean area 2 peternakan itu harus mengikuti standar kebersihan sesuai peraturan perusahaan. Kurang lebih, prosedurnya mencakup: mandipping, car shower, hingga sterilisasi dengan fumigasi.
Di dalam, ayam dipantau secara berkala lewat pengecekan sel darah secara rutin, termasuk house disinfection, water check, dan feeder check. Peternakan itu sendiri memliki 41 pekerja langsung dan lebih dari 50 pekerja tidak langsung.
Saat waktu panen tiba, ayam-ayam itu dibawa ke Rumah Potong Ayam (RPA) setelah persiapan khusus yang harus memenuhi standar biosecurity, animal health welfare, serta prinsip Halalan Thoyyiban.
Ayam potong hasil panen dikirimkan setiap hari ke setiap outlet McDonald's Indonesia. Proses pengirimannya menggunakan truk pendingin dan bersegel guna menjaga keamanan produk dan meminimalisasi risiko kontaminasi. Saat tiba di outlet, kru melakukan pemeriksaan kualitas, suhu, dan kondisi produk sebelum disimpan untuk memastikan rantai dingin (cold chain) tetap terjaga.
Proses pengolahan kemudian dilakukan secara presisi sesuai Gold Standard McD. Mulai dari proses marinasi dan perendaman menggunakan air dingin bersuhu 1–4°C, penepungan sebanyak dua kali dengan teknis khusus untuk menghasilkan lapisan renyah merata, hingga penggorengan menggunakan minyak bersertifikat RSPO dengan suhu dan durasi yang telah ditentukan. Seluruh tahapan tersebut dirancang untuk memastikan Ayam Krispy McD memiliki kualitas yang konsisten di setiap restoran.
Semua proses tersebut juga didukung oleh sistem Digital Food Safety yang memantau suhu penyimpanan, pencatatan operasional, hingga kepatuhan terhadap standar keamanan pangan secara real-time. Sementara itu, sistem traceability memungkinkan setiap bahan baku ditelusuri secara menyeluruh sehingga kualitas dan kehalalan tetap terjaga.
“Bagi kami, kualitas bukanlah hasil dari satu proses melainkan akumulasi dari setiap tahapan yang dijalankan secara disiplin dan konsisten," kata Quality Assurance Manager PT Rekso Nasional Food, Imam Gazali. "Karena itu, kami membangun sistem quality assurance yang terintegrasi agar setiap Ayam Krispy McD memenuhi standar kualitas, keamanan pangan dan kehalalan yang sama."
