Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Bangun Ekosistem Terpadu, Paramount Land Bidik Rp5,5 Triliun di 2026
City View Paramount Gading Serpong/Dok. Paramount Land
  • Paramount Land menargetkan penjualan Rp5,5 triliun pada 2026 dengan fokus memperkuat ekosistem hunian dan komersial terpadu di kawasan Paramount Gading Serpong.
  • Segmen komersial tetap menjadi andalan melalui pengembangan Victoria Commercial District dan Pasadena Central District seluas 40 hektare yang mengintegrasikan fungsi hunian serta area bisnis.
  • Selain Gading Serpong, Paramount Petals di barat Jakarta juga dikembangkan sebagai kota mandiri 400 hektare dengan konsep ekosistem terpadu mencakup hunian, komersial, pendidikan, kesehatan, dan gaya hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNEParamount Land membidik penjualan senilai Rp5,5 triliun pada 2026 sebagai bagian dari strategi mempercepat pertumbuhan bisnis. Target tersebut antara lain akan ditopang oleh pengembangan kawasan Paramount Gading Serpong, seiring upaya perusahaan memperkuat ekosistem hunian dan komersial terpadu melalui peluncuran sejumlah proyek baru dan pengembangan pada semester II tahun ini.

Di Paramount Gading Serpong, perusahaan akan melanjutkan pengembangan kawasan komersial yang selama ini menjadi kontributor utama penjualan. Ferry John Sihombing, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, mengungkapkan segmen komersial diperkirakan masih mendominasi kinerja pemasaran, didukung pengembangan Victoria Commercial District serta kelanjutan Pasadena Central District, kawasan terpadu seluas 40 hektare yang mengintegrasikan fungsi hunian dan komersial.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan strategi Paramount Gading Serpong dalam mengembangkan kawasan terpadu yang mengombinasikan hunian, fasilitas publik, dan area komersial guna mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Berbagai pusat aktivitas kini tersebar di kawasan tersebut, mulai dari Hampton Square sebagai lifestyle mall, sentra kuliner Taman Rasa, hingga Maggiore Hills Park yang berada di kawasan sempadan Danau Cihuni seluas sekitar 32 hektare. Sementara itu, sisi selatan Paramount Gading Serpong berkembang menjadi salah satu pusat komersial yang ramai di Tangerang Raya dengan konsep commercial strip dan pedestrian walk yang terintegrasi.

Deretan area komersial seperti Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona, Hampton, hingga Aniva menjadi destinasi bagi aktivitas kuliner, gaya hidup, hingga pertemuan bisnis. Tingginya minat pasar juga terlihat dari penyerapan produk komersial terbaru Maggiore Signature West yang disebut berhasil terserap optimal sejak diluncurkan pada Januari 2026.

Ferry menambahkan, pertumbuhan kawasan tidak hanya didorong oleh bisnis kuliner, tetapi juga berbagai sektor lain yang mencatat tingkat okupansi tinggi.

“Beragam kebutuhan harian tumbuh pesat, didorong captive market organik dari puluhan klaster hunian di sekitarnya. Menariknya, pusat keramaian tidak hanya terkonsentrasi pada satu titik, melainkan tersebar merata di hampir seluruh kawasan," ujar Ferry.

Pihaknya juga menilai kawasan ini berpotensi sebagai magnet ekonomi baru yang menarik pengunjung dalam skala regional, dari Tangerang, Jabodetabek, hingga luar Pulau Jawa. Pertumbuhan aktivitas ekonomi ditopang kedekatan antara kawasan hunian dan komersial atau konsep walkable city. Konsep serupa juga diterapkan pada Pasadena Central District seluas 40 hektare, di mana penghuni tinggal, bekerja, dan beraktivitas dalam satu area yang saling terkoneksi.

Selain memperkuat kawasan komersial, Paramount Land terus mengembangkan produk hunian premium. Salah satunya melalui Matera Lakeside yang berada di kawasan Matera dan bersebelahan langsung dengan Danau Cihuni. Klaster tersebut mengusung konsep modern resort dengan akses langsung ke ruang terbuka hijau Maggiore Hills Park serta berbagai fasilitas penunjang gaya hidup sehat.

Selain Paramount Gading Serpong, target penjualan tahun ini diharapkan akan ditopang oleh Paramount Petals, kota mandiri seluas sekitar 400 hektare di barat Jakarta. Pada semeseter II, kawasan ini tengah dikembangkan dengan konsep serupa, menggabungkan kawasan hunian, komersial, fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga pusat gaya hidup dalam satu ekosistem terpadu.

Editorial Team

Related Article