Jakarta, FORTUNE - Emiten afiliasi Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), membukukan pendapatan bersih senilai US$5,35 miliar, naik 83,6 persen (YoY).
Secara detail, seluruh pendapatan bersih segmen bisnis perseroan sama-sama bertumbuh. Kenaikan pendapatan tertinggi terjadi pada segmen energi, yakni sebesar 184,4 persen (YoY). Lalu diikuti segmen kimia (16 persen, YoY) dan infrastruktur (13,9 persen, YoY).
Kenaikan pendapatan tersebut terutama didorong oleh peningkatan signifikan skala operasi grup setelah akuisisi Aster Chemicals and Energy pada April 2025, serta jaringan SPBU bermerek Esso pada Januari 2026. "Kinerja ini didukung oleh ketahanan platform terintegrasi grup di sektor energi, kimia, dan infrastruktur, eksekusi operasional yang disiplin, serta keberhasilan integrasi aset-aset strategis," tulis General Manager of Communications TPIA, Chrysanthi Tarigan dalam keterangan resmi perseroan, Rabu (29/7).
Kendati demikian, terdapat peningkatan pada pos biaya bahan baku yang digunakan dan beban produksi dan manufaktur, dari US$2,89 miliar menjadi US$4,46 miliar. Beban penyusutan pun meningkat dari US$86,95 juta menjadi US$164,13 juta. Begitu pula dengan beban penjualan serta beban umum dan administrasi, serta beban keuangan.
Selain itu, keuntungan lain-lain bersih perseroan senilai US$27,7 juta berbalik menjadi kerugian lain-lain bersih sebesar US$39,1 juta. Manfaat pajak penghasilan senilai US$49,7 juta pun berubah menjadi beban pajak penghasilan sebesar US$62,8 juta.
Hasilnya, laba sebelum pajak perseroan menurun dari US$1,57 miliar menjadi US$433,95 juta. Laba periode berjalan TPIA juga terkoreksi dari US$1,63 miliar menjadi US$371,18 juta. Sejalan dengan itu, laba bersih perseroan pun menurun dari US$1,26 miliar menjadi US$283,24 juta.
