Pemerintah turut membahas sejumlah hambatan dalam penyaluran FLPP, termasuk persoalan perizinan dan sertifikasi akibat kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) serta Lahan Baku Sawah (LBS). Penyelesaian hambatan tersebut dilakukan melalui koordinasi antarinstansi.
Dukungan lain datang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui relaksasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), termasuk percepatan pembaruan data kredit dan akses pengecekan data SLIK bagi BP Tapera.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai skema pembiayaan yang lebih menarik dibutuhkan agar pekerja dan buruh memiliki akses lebih luas terhadap rumah layak.
"Kami berharap BP Tapera punya mapping untuk bagaimana para pekerja dan buruh memiliki rumah dengan skema yang menarik. Karena perumahan layak menjadi upaya pemerintah untuk hadir memberikan rumah layak bagi buruh, itulah tugas kita yang ada di komite ini," ujar Yassierli.
Dengan perubahan tenor dan skema bunga tetap, pemerintah memasukkan kebijakan KPR FLPP 40 tahun sebagai bagian dari upaya mempercepat penyediaan hunian terjangkau. Program tersebut berjalan bersamaan dengan target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi pada 2026.
Apa itu cicilan KPR 40 tahun? | Cicilan KPR 40 tahun adalah skema pembiayaan rumah subsidi dengan masa kredit diperpanjang hingga 40 tahun. |
Berapa perkiraan cicilan KPR subsidi tenor 40 tahun? | Cicilan diperkirakan sekitar Rp500 ribu untuk rumah tapak dan Rp700 ribu untuk rusun subsidi. |
Berapa bunga KPR subsidi dengan tenor 40 tahun? | Bunga rumah tapak subsidi tetap 5 persen dan rusun subsidi sebesar 6 persen. |
Siapa target penerima KPR subsidi 40 tahun? | Skema ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan hunian terjangkau. |