Comscore Tracker
BUSINESS

Empat Strategi Kopi Kenangan di Tengah Pandemi

Kopi Kenangan tidak menyerah dihantam pandemi Covid-19.

Empat Strategi Kopi Kenangan di Tengah PandemiKopi kenangan. Shutterstock/Bagussatria

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Pandemi Covid-19 juga menyulitkan sektor makanan dan minuman. Meskipun begitu, Kopi Kenangan Group tetap sanggup melakukan ekspansi dengan membuka gerai ke-500. 

“Kami memutuskan untuk fokus menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi konsumen, menjunjung tinggi kesehatan dan kelangsungan karyawan, serta tentunya terus meningkatkan kualitas produk,” kata Ruth Davina, PR Manager Kopi Kenangan Group, dalam keterangan resmi, Jumat (16/7).

Tercatat sejak November 2019 hingga 2020, Kopi Kenangan meraih kenaikan jumlah pengguna baru pada aplikasi sebesar hampir 500%. Adapun transaksi yang dilakukan melalui aplikasi mengalami kenaikan hingga lebih dari 200%. Aplikasi Kopi Kenangan yang diluncurkan sejak April 2019, difokuskan pada fitur personalisasi yang menjadikannya 'barista pribadi' yang sesuai dengan keinginan pelanggan, sehingga pelanggan lebih leluasa.

Saat ini, aplikasi Kopi Kenangan telah menjangkau lebih dari satu juta pelanggan dan termasuk salah satu aplikasi dengan Monthly Active User (MAU) terbanyak di Indonesia dengan lebih dari 600.000 MAU, nomor dua terbesar di kategori makanan dan minuman di Indonesia, serta merupakan aplikasi F&B nomor tiga terbanyak diunduh di Indonesia pada September 2020 berdasarkan data App Annie.

Ruth pun membagikan empat strategi bisnis Kopi Kenangan Group untuk bisa melejit di tengah pandemi.

Mengutamakan kesehatan dan keselamatan

Di masa pandemi ini, Kopi Kenangan Group memprioritaskan kesehatan dan keselamatan pelanggan serta karyawan. Salah satu upayanya melalui program SENANG (Sehat Bareng Kenangan) yang dilaksanakan sejak Maret 2020,

Pada Juni 2021, Kopi Kenangan Group juga mulai melaksanakan vaksinasi tahap pertama bagi 1.800 karyawan berdomisili Jabodetabe. Di samping itu, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk pengadaan Pusat Sentralisasi Vaksinasi di JIExpo Kemayoran, yang ditujukan bagi masyarakat umum dan pelaku UMKM. Selain itu, mereka juga menerapkan standar yang penting bagi kesehatan dan kebersihan di seluruh gerai.

Menganalisis perubahan dan menghadirkan layanan yang sesuai

Kopi Kenangan Group menganalisis ke mana para pelanggan berada selama diberlakukannya work from home (WFH) selama pandemi. Data menunjukkan kebanyakan pelanggan berada di wilayah perumahan. Sebelum pandemi merebak, kebanyakan pelanggan melakukan transaksi dari daerah perkantoran dan pusat perbelanjaan. 

Dengan menerapkan strategi ini, Kopi Kenangan Group berhasil membuka lebih dari 200 gerai baru selama masa pandemi. Selain itu, Kopi Kenangan Group juga menyediakan layanan pembayaran digital untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi pelanggan.

Berpartisipasi dalam program promo

Pandemi berdampak pada bisnis dan daya beli masyarakat secara umum. Kopi Kenangan Group akhirnya gencar memberikan stimulus berupa promo-promo menarik. Hasilnya, jenama tersebut dapat menjangkau pelanggan yang lebih luas lagi.

Memperluas inovasi produk

Kopi Kenangan Group terus berinovasi menghadirkan ragam makanan dari pihak ketiga yang pas disantap kopi. Beberapa di antaranya aneka roti dari Cerita Roti dan Ayam Goreng Chigo, yang baru diluncurkan pada awal 2021.

Sebagai perusahaan rintisan F&B lokal yang tengah berkembang pesat saat ini, Kopi Kenangan ingin terus berkembang dengan mengambil langkah baru yang berbeda dan membawa tren-tren baru untuk para pecinta makanan atau foodies.

Tepatnya pada 22 Agustus 2021, Kopi Kenangan merayakan hari jadi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hari Mantan Nasional (HARMANAS), yang keempat.  Pada HARMANAS ke-4 ini, mereka meluncurkan “Sultan Boba”. Salah satu topping favorit di Kopi Kenangan kini hadir dengan inovasi baru, yaitu boba berwarna emas asli Taiwan.

Related Topics

Related Articles