Comscore Tracker
BUSINESS

Mobil Listrik “Volvo Embla” Siap Debut 2022

Investasi triliunan rupiah demi pengembangan sel baterai.

Mobil Listrik “Volvo Embla” Siap Debut 2022Volvo Concept Recharge/Dok. volvo

by Desy Yuliastuti

Swedia, FORTUNE - Ketika dunia berbicara tentang elektrifikasi dan perkembangan teknologi otomotif terbaru, Volvo menjadi salah satu brand yang diam-diam membuat kemajuan di ranah tersebut.

Produsen mobil mewah asal Swedia ini sedang mempersiapkan SUV andalan XC90 generasi berikutnya, yang akan hadir bertenaga listrik.  Muncul spekulasi bahwa nama penerus XC90 adalah SUV listrik Embla. 

Volvo Embla akan debut pada 2022

Mengutip Hindustan Times pada Selasa (14/12), SUV Volvo Embla diharapkan debutnya sekitar 2022. Volvo Cars diketahui mengajukan merek dagang dengan nama Embla pada Oktober lalu. 

Penamaan ini terbilang unik, sebab Embla merupakan nama perempuan pertama dalam mitologi Nordik. Nama ini pun sudah dipatri dalam aplikasi pendaftaran merek dagang.

Sinyal kemunculan Volvo Embla makin kuat, sebab nama ini satu-satunya yang dimulai dengan huruf vokal. Persis tanda-tanda mobil listrik Volvo yang ditunjukkan oleh CEO Volvo, Cars Hakan Samuelsson, dalam sebuah wawancara dengan Automotive News.

Petunjuk lain nama SUV mewah penerus Volvo XC90 tersebut adalah kendaraan itu akan menjadi mobil listrik pertama dari merek Swedia tersebut.

"Mobil ini akan memiliki flat lantai dan interior yang lapang. Ini akan menjadi mobil keluarga yang sempurna di Eropa dan AS, di mana XC90 saat ini sangat populer," ucap bos Volvo Hakan Samuelsson.

Siapkan Rp43 triliun untuk pengembangan sel baterai

Volvo tampaknya sangat serius untuk mulai mengembangkan mobil listrik dengan menggelontorkan anggaran hingga US$3 miliar atau kisaran Rp43 triliun.

Investasi ini dilakukan Volvo untuk mengembangkan sel baterai listrik yang akan mulai produksi pada 2026.

Dilansir dari Carbuzz, Selasa (14/12) Volvo memastikan mereka akan mulai meluncurkan mobil ramah lingkungan pada 2030. Untuk rencana ini, Volvo telah menggelontorkan anggaran hingga Rp43 triliun.

Dengan investasi tersebut, Volvo Cars menggandeng Northvolt akan membuka pusat penelitian dan pengembangan bersama di Gothenburg, Swedia. 

“Pusat penelitian ini akan mulai beroperasi tahun depan," kata Volvo.

Ke depannya ditargetkan Volvo akan menciptakan sel baterai yang akan memasok mobil listriknya sendiri. 

Membangun pabrik manufaktur di Eropa

Setelah baterai listrik tercipta, Volvo akan membangun pabrik manufaktur baru di Eropa.

"Setelah pusat R&D baru ini jadi, pabrik manufaktur baru akan dibangun di Eropa untuk memproduksi sel baterai mutakhir generasi berikutnya," kata Volvo. 

Namun, lokasi untuk pabrik manufaktur ini belum disepakati, apakah di Swedia atau di negara Eropa lainnya.

Saat pabrik beroperasi, Volvo memperkirakan potensi kapasitas tahunan sebesar 50 GWh, yang akan memasok baterai untuk sekitar setengah juta mobil per tahun. 

Pembangunan fasilitas akan dimulai pada 2023, dengan produksi skala besar dimulai pada 2026.

Baterai baru yang diproduksi melalui kemitraan dengan Northvolt ini akan dibuat khusus untuk memberikan jangkauan yang baik kepada pengemudi Volvo dan waktu pengisian yang cepat. Investasi ini diharapkan membantu mengurangi biaya produksi, sebab baterai menjadi salah satu komponen termahal dalam pembuatan mobil listrik.

Related Articles