Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Dorong Hilirisasi, Elnusa Garap Terminal BBM Strategis di Kaltim

Dorong Hilirisasi, Elnusa Garap Terminal BBM Strategis di Kaltim
Ilustrasi: aktivitas yang dilakukan oleh pegawai Elnusa.
Intinya Sih
  • Elnusa membangun Terminal Terpadu Palaran di Kalimantan Timur sebagai bagian dari proyek hilirisasi strategis nasional untuk memperkuat ketahanan energi dan mendukung agenda pemerintah.
  • Proyek ini menegaskan posisi Elnusa sebagai penyedia layanan EPC terintegrasi, dengan fasilitas modern seperti 12 tangki BBM berkapasitas 37.500 KL dan sistem digital otomatis.
  • Terminal ini diharapkan memperkuat rantai pasok energi kawasan penyangga IKN, mendorong efisiensi distribusi, serta mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat ekspansi bisnis infrastruktur energi melalui pembangunan Terminal Terpadu Palaran di Kalimantan Timur. Proyek strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional.

Terminal Terpadu Palaran merupakan salah satu dari tiga proyek pembangunan tangki operasional bahan bakar minyak (BBM) nasional yang masuk dalam 13 Proyek Hilirisasi Strategis Tahap II senilai Rp116 triliun. Program tersebut telah diresmikan Presiden pada April 2026 dan akan dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga.

Manajemen mengatakan, proyek tersebut akan memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia layanan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) terintegrasi untuk infrastruktur energi berskala nasional.

Melalui konsorsium bersama PT Pamitra Jaya Konstruksi, Elnusa bertindak sebagai pimpinan konsorsium yang mengelola seluruh tahapan proyek, mulai dari perencanaan teknik, pengadaan material, konstruksi, hingga commissioning dan sertifikasi fasilitas.

Terminal Terpadu Palaran dirancang untuk memperkuat rantai pasok energi di Kalimantan Timur, termasuk mendukung kebutuhan energi kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Fasilitas tersebut akan dilengkapi dengan 12 tangki penyimpanan BBM berkapasitas total 37.500 kiloliter, jetty berkapasitas 7.500 deadweight tonnage (DWT), sistem perpipaan terintegrasi, fasilitas truck loading, serta berbagai fasilitas pendukung operasional.

Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, mengatakan proyek tersebut mencerminkan transformasi Elnusa sebagai perusahaan jasa energi yang kini semakin kuat di segmen pembangunan infrastruktur energi nasional.

Proyek ini membuktikan kemampuan Elnusa dalam mengintegrasikan kompetensi engineering, konstruksi, teknologi digital, dan HSSE untuk menghadirkan infrastruktur energi yang andal dan berkelanjutan.

“Keberadaan Terminal Terpadu Palaran tidak hanya memperkuat distribusi energi di Kalimantan Timur, tetapi juga menjadi enabler penting bagi pengembangan industri, hilirisasi, dan pertumbuhan ekonomi kawasan, termasuk mendukung ekosistem IKN,” ujar Andri dalam keterangan resmi, Jumat (19/6).

Selain memperkuat infrastruktur energi, proyek ini juga menjadi bagian dari strategi Elnusa dalam mendorong transformasi digital di sektor energi. Terminal akan mengadopsi berbagai teknologi modern seperti Terminal Automation System (TAS), Automatic Tank Gauging, sistem metering digital, hingga teknologi in-line blending biosolar yang memungkinkan operasional lebih efisien, akurat, dan aman.

Integrasi terminal dengan jaringan distribusi energi yang lebih luas, termasuk pipeline Balikpapan–Samarinda, fasilitas jetty, dan truck loading, diharapkan meningkatkan efisiensi rantai pasok energi regional sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi seiring pertumbuhan industri dan investasi di Kalimantan Timur.

Proyek ini juga memperkuat eksposur Elnusa terhadap peluang bisnis infrastruktur energi yang terus berkembang seiring fokus pemerintah mempercepat hilirisasi dan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Selain aspek bisnis, Elnusa menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pelaksanaan proyek melalui penguatan standar kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE), penggunaan kendaraan listrik operasional, serta pemberdayaan tenaga kerja dan penyedia jasa lokal.

Menurut Andri, pembangunan infrastruktur energi modern menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung daya saing industri nasional.

“Ketahanan energi membutuhkan infrastruktur yang modern, terintegrasi, dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan industri. Elnusa berkontribusi membangun fondasi distribusi energi yang lebih kuat dan efisien untuk mendukung agenda hilirisasi, pertumbuhan industri, serta kemandirian energi nasional,” katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More