Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Ekonomi Menantang, APLN Raup Pendapatan Usaha Rp3,57 Triliun di 2025

Ekonomi Menantang, APLN Raup Pendapatan Usaha Rp3,57 Triliun di 2025
dok. Agung Podomoro
Intinya Sih
  • PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat pendapatan usaha Rp3,57 triliun sepanjang 2025 di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang menantang.
  • Penjualan rumah tinggal, apartemen, tanah, dan ruko menjadi kontributor utama dengan total pengakuan penjualan Rp2,21 triliun, sementara pendapatan berulang mencapai Rp1,36 triliun dari hotel dan pusat perbelanjaan.
  • Laba kotor APLN tercatat Rp1,47 triliun atau turun dari tahun sebelumnya karena tidak ada penjualan aset besar seperti pada 2024; perusahaan fokus memperkuat proyek hunian dan kawasan terpadu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Emiten properti, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp3,57 triliun sepanjang 2025. Kinerja itu dicapai di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang menantang.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas mengatakan kinerja APLN selama 2025 menunjukkan ketahanan model bisnis perseroan yang didukung oleh kombinasi pengembangan proyek properti dan pengelolaan aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang.

“Kami terus mengoptimalkan setiap aset agar dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Beberapa proyek properti juga mengalami peningkatan nilai yang luar biasa, sehingga menguntungkan perusahaan,” kata Justini Omas melalui keterangan resmi, Rabu (18/3).

Sepanjang 2025, APLN membukukan pengakuan penjualan sebesar Rp2,21 triliun. Penjualan rumah tinggal menjadi salah satu kontributor utama dengan nilai mencapai Rp1,06 triliun, disusul penjualan apartemen sebesar Rp588,18 miliar, dan penjualan tanah sebesar Rp247,18 miliar. Di segmen properti komersial, Perseroan juga mencatatkan penjualan rumah toko (ruko) sebesar Rp243,49 miliar.

Selain itu, APLN mencatatkan pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp1,36 triliun yang berasal dari bisnis hotel, penyewaan pusat perbelanjaan, serta pendapatan lainnya. Saat ini APLN memiliki dan mengoperasikan sejumlah hotel seperti Pullman Grand Central Bandung dan Hotel Indigo Bali Seminyak Beach, serta beberapa pusat perbelanjaan seperti Senayan City, Kuningan City, Baywalk Mall, Emporium Pluit Mall, Central Park Mall, Central Park 2, Festival Citylink, DeliPark Mall Medan, dan Plaza Balikpapan.

Perusahaan mencatatkan laba kotor sebesar Rp1,47 triliun. Namun, realisasi laba kotor 2025 lebih rendah dibandingkan Rp2,44 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan pada tahun 2024 terdapat penjualan aset hotel Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention.

Menurut Justini pada 2025 nilai marketing sales tercatat sebesar Rp1,41 triliun yang berasal dari berbagai proyek unggulan yang dikembangkan di sejumlah kota.

Ke depan perseroan akan terus memperkuat strategi pengembangan proyek yang sesuai dengan kebutuhan pasar, khususnya hunian dan kawasan terpadu yang menawarkan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kami melihat kebutuhan terhadap hunian di kelompok menengah masih tetap tinggi. Oleh karena itu, Perseroan akan terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen dan memastikan setiap proyek properti APLN mampu memberikan nilai yang terus meningkat,” tutup Justini.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More