- 2028: Target peningkatan kapasitas terpasang hingga 1 gigawatt (GW).
- 2033: Target kapasitas terpasang naik menjadi 1,8 GW.
- Visi jangka panjang: Total kapasitas terpasang 3 GW.
PLTP Kamojang Cetak Rekor Produksi, Sokong Target NZE

PLTP Kamojang mencetak rekor produksi listrik tertinggi tiga tahun berturut-turut dengan total 1.806,41 GWh pada 2025, tumbuh 1,23 persen (YoY) dan menjadi produsen energi hijau terbesar PGE.
Lima unit PLTP berkapasitas total 235 MW mampu menerangi lebih dari 260.000 keluarga serta menekan emisi karbon hingga 1,22 juta ton CO₂ per tahun untuk mendukung target NZE 2060.
PGE Kamojang menyiapkan inovasi pemanfaatan uap bertekanan rendah guna menambah kapasitas 5 MW pada 2028 tanpa membuka lahan baru, sejalan dengan roadmap ekspansi menuju total kapasitas 3 GW.
Jakarta, FORTUNE – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Kamojang membukukan rekor produksi listrik tertinggi (all time high) selama tiga tahun berturut-turut. Sepanjang tahun buku 2025, fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Jawa Barat tersebut memasok daya 1.806,41 gigawatt hour (GWh).
Dengan demikian, pertumbuhannya mencapai 1,23 persen secara year-on-year (YoY), sekaligus menempatkan Kamojang sebagai produsen energi hijau tertinggi di antara seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola oleh perseroan. Pencapaian ini bertepatan dengan momentum satu abad ditemukannya potensi geotermal di daerah tersebut pada 1926.
Kinerja operasional ini mempertegas peran vital sektor hulu energi bersih dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional sekaligus menekan ketergantungan pada energi fosil.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan perjalanan panjang pemanfaatan panas bumi di wilayah tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara ketahanan energi dan aspek keberlanjutan.
“Panas bumi menjadi salah satu bukti nyata perjalanan panjang energi bersih Indonesia. Potensinya yang ditemukan di Kamojang pada 1926 kemudian dilanjutkan pengembangannya oleh Pertamina melalui operasional PLTP Kamojang sejak 1983,” kata Baron melalui keterangan resmi yang dikutip Senin (29/6).
Saat ini, area Kamojang mengoperasikan lima unit PLTP dengan total kapasitas terpasang 235 megawatt (MW). Lewat daya tersebut, fasilitas ini mampu mengalirkan pasokan listrik yang stabil setiap harinya untuk menerangi lebih dari 260.000 keluarga.
Dari sisi ekologis, keandalan operasional PLTP Kamojang berkontribusi langsung pada agenda transisi energi nasional dengan memangkas emisi karbon hingga 1,22 juta ton $CO_2$ per tahun. Langkah ini menjadi bagian dari sokongan perseroan terhadap target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.
Menghadapi tantangan industri ke depan, PGE Area Kamojang tengah menyiapkan langkah taktis guna mengoptimalkan potensi sumur lama tanpa mengeksploitasi lahan baru. Perusahaan memfokuskan pengembangan pada teknologi pemanfaatan uap dari sumur-sumur bertekanan rendah (low-pressure steam).
Inovasi teknologi ini diproyeksikan mampu memberikan tambahan kapasitas daya 5 MW pada 2028. Strategi ini dinilai efisien dalam hal belanja modal (capex) karena meniadakan kebutuhan pembukaan lahan maupun pengeboran sumur baru.
Secara korporasi, optimalisasi aset di Kamojang merupakan bagian integral dari peta jalan (roadmap) ekspansi PGE di berbagai wilayah operasi demi mengejar target pertumbuhan yang agresif.
Melalui kombinasi proyek quick win dan ekspansi kapasitas yang terukur, perseroan optimistis komoditas panas bumi akan terus tumbuh menjadi pilar utama penyediaan energi yang andal, bersih, dan memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat luas.


















