Jakarta, FORTUNE – Tren belanja online di Indonesia biasanya mencapai puncaknya pada dua periode utama, yakni menjelang Lebaran serta pada akhir tahun saat musim liburan dan festival belanja berlangsung. Namun, memasuki pertengahan 2026, kondisi ekonomi menghadirkan tantangan tersendiri.
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih berlanjut hingga Juni 2026, sementara pelemahan mata uang domestik berpotensi meningkatkan harga barang, khususnya produk yang memiliki komponen impor. Sejumlah pelaku usaha juga mengeluhkan melemahnya daya beli masyarakat di tengah kenaikan biaya hidup.
Di tengah situasi tersebut, Lazada berupaya mengungkit belanja masyarakat melalui program Lazada 6.6 Super WOW Sale yang berlangsung pada 5–8 Juni 2026. Perusahaan menilai festival belanja pertengahan tahun masih menjadi momentum penting bagi konsumen untuk memperoleh produk kebutuhan dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga perputaran bisnis para penjual di platform.
Berdasarkan data historis internal Lazada, kategori elektronik menjadi salah satu pendorong utama transaksi pada periode pertengahan tahun. Pada Juni 2025, permintaan terhadap laptop, smartphone, tablet, dan perangkat gaming meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kategori fesyen juga mencatat pertumbuhan, terutama pada produk perlengkapan liburan seperti tas, perlengkapan perjalanan, fesyen anak, dan sportswear.
Commercial Director Lazada Indonesia, Erika Agustine, mengatakan pola tersebut diperkirakan kembali terjadi pada 2026 seiring datangnya musim liburan dan periode kembali ke sekolah. “Konsumen Indonesia konsisten mencari produk yang memudahkan aktivitas baik diri sendiri maupun rumah tangga. Contohnya, menjelang back-to-school, banyak orang tua membekali anak-anak mereka dengan tablet baru untuk memperlancar kegiatan belajar di tahun ajaran baru,” ujarnya, Kamis (4/6).
Menurut Erika, konsumen kini juga semakin selektif dengan mempertimbangkan kualitas, keaslian, dan daya tahan produk, bukan semata-mata harga termurah.
