Jakarta, FORTUNE – Emiten makanan minuman, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, melalui brand Gery menjajaki celah ekspansi pasar produk biskuit ke pasar internasional, seperti Amerika Serikat hingga Timur Tengah.
Merek Gery yang dilucurkan pada 1997 atau berusia 25 tahun ini telah berkembang dari semula produk wafer menjadi portofolio mencakup 37 produk di berbagai kategori makanan ringan.
Direktur Garudafood, Fransiskus Johny Soegiarto mengatakan dalam 10 tahun terakhir, bisnis Gery tercatat tumbuh dua kali lipat dan menjadi salah satu kontributor terbesar bagi lini bisnis biskuit Garudafood.
Menurutnya, Gery tidak hanya diterima di pasar domestik, tetapi juga di berbagai negara seperti Australia, Cina, India, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
“Ini membuktikan bahwa inovasi yang lahir dari Indonesia mampu bersaing di pasar internasional,” katanya di Jakarta pertengahan Juli lalu.
Ke depan, Garudafood terus menjajaki peluang pertumbuhan di berbagai negara lain, termasuk Amerika Serikat dan kawasan Timur Tengah.
“Ekspansi kami tidak hanya di Asia. Produk Gary juga sudah hadir di Amerika Serikat dan sejumlah negara maju, meski kontribusi volumenya masih terbatas. Sementara di Timur Tengah, kami juga melayani pasar melalui parallel export,” ujarnya.
Bagi perusahaan, industri makanan ringan bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga memiliki peran strategis untuk terus bertumbuh di masa depan. “Sehingga kami ingin terus mendekatkan diri kepada konsumen melalui berbagai inovasi dan pengalaman,” ujarnya.
Oleh karenanya, terdorong oleh semangat “Level Up, Grow Stronger”, jenama ini akan terus berkembang dengan memperluas portofolio produk, memperkuat inovasi berbasis tren konsumen dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Langkah tersebut ditempuh di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin ketat dan perubahan preferensi konsumen yang kian cepat.
