Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Jababeka (KIJA) Bukukan Pendapatan Rp5,14 Triliun Sepanjang 2025
Rusunawa Jababeka di Cikarang. (dok. BPJS Ketenagakerjaan)
  • PT Jababeka Tbk (KIJA) mencatat pendapatan Rp5,14 triliun sepanjang 2025, naik 12% dari tahun sebelumnya, dengan marketing sales real estate mencapai rekor Rp3,6 triliun.
  • Pilar infrastruktur tumbuh signifikan lewat lonjakan pendapatan pembangkit listrik 54% menjadi Rp1,81 triliun dan peningkatan layanan air serta limbah, meski subsegmen dry port menurun 9%.
  • Laba bersih KIJA naik ke Rp857,1 miliar didorong efisiensi operasional dan penurunan rugi selisih kurs; perusahaan menargetkan marketing sales Rp3,75 triliun pada 2026
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Jababeka Tbk (KIJA) meraup pendapatan sebesar Rp5,14 triliun pada sepanjang 2025, meningkat 12 persen dibandingkan periode 2024.

Jumlah pendapatan ini ditopang penjualan marketing sales real estate yang mencapai Rp3,6 triliun, melampaui target yang ditetapkan perseroan sebesar Rp3,5 triliun.

Menurut Corporate Secretary Jababeka, Muljadi Suganda, realisas marketing sales tahun lalu merupakan rekor tertinggi yang pernah dicapai perseroan sekaligus mencerminkan pertumbuhan sekitar 13 persen dibandingkan 2024.

"Hal ini semakin menegaskan daya Tarik kawasan industri KIJA yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (4/3).

Adapun, segmen atau pilar Land Development & Property membukukan pendapatan Rp2,4 triliun pada 2025, sedikit menurun dibandingkan Rp2,5 triliun pada 2024. Meski demikian, penjualan tanah matang justru mencatatkan kenaikan dari Rp2,05 triliun menjadi Rp2,1 triliun.

Pada pilar infrastruktur, sejumlah subsektor mencatatkan kenaikan kinerja. Pendapatan dari pembangkit listrik melonjak 54 persen menjadi Rp1,81 triliun, didorong peningkatan konsumsi listrik dari tenant industri di kawasan Cikarang dan Kendal.

Sementara itu, pendapatan dari jasa dan pemeliharaan yang meliputi layanan air, limbah, dan estate, naik 5 persen menjadi Rp521,1 miliar seiring meningkatnya permintaan di Kendal. Sebaliknya, subsegmen dry port mengalami penurunan pendapatan sebesar 9 persen akibat berkurangnya volume kontainer yang ditangani.

"Pendapatan berulang dari pilar infrastruktur menyumbang 50 persen terhadap total pendapatan pada 2025, meningkat dibandingkan dengan tahun 2024," lanjutnya.

Di sisi lain, pilar Leisure & Hospitality membukukan pendapatan Rp124,8 miliar pada 2025, sedikit turun dari Rp129,1 miliar pada tahun sebelumnya. Segmen golf tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp82,5 miliar atau sekitar 66 persen dari total pendapatan pilar tersebut.

Dengan kinerja ini, KIJA mengantongi laba kotor meningkat 3 persen menjadi Rp2,033 pada tahun 2025 dibandingkan Rp1,9 miliar. Namun margin laba kotor konsolidasian menurun menjadi 39 persen. Muljafi menejelaskan hal itu disebabkan oleh meningkatnya kontribusi pendapatan dari segmen Infrastruktur yang secara umum memiliki margin lebih rendah dibandingkan dengan Land Development & Property.

Sejalan dengan itu, laba bersih KIJA  meningkat  dari Rp770 miliar pada 2024 menjadi Rp857,1 miliar pada 2025. Peningkatan tersebut ditopang oleh perbaikan kinerja operasional, kenaikan pendapatan bunga, serta penurunan beban lain-lain, terutama berkurangnya rugi selisih kurs dari Rp205,7 miliar menjadi Rp120,9 miliar.

Sepanjang tahun ini perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp3,75 triliun, yang terutama ditopang permintaan lahan industri di kawasan Kendal dan Cikarang.

Dari target tersebut, sekitar Rp1,25 triliun diharapkan berasal dari Cikarang dan kawasan lainnya, terdiri dari Rp800 miliar dari penjualan tanah matang dan produk industri serta Rp450 miliar dari produk residensial dan komersial. Sementara sisanya sebesar Rp2,5 triliun ditargetkan berasal dari kawasan Kendal yang seluruhnya berasal dari produk industri.

Editorial Team

EditorEkarina .