Jakarta, FORTUNE - Emiten RS Hermina, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), melaporkan kenaikan jumlah kasus ISPA pada beberapa jaringan rumah sakitnya yang terletak di Kalimantan dan Sumatra.
Hal tersebut selaras dengan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, yang berlokasi di antara Pulau Jawa dan Sumatra, serta adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan.
"Untuk dampak meletusnya Anak Gunung Krakatau, kami sudah menyiapkan penanganan pasien yang masuk dengan kasus sesak napas dan kasus mata," kata Direktur Utama Medikaloka Hermina, Yulisar Khiat dalam Paparan Publik HEAL, Selasa (8/9).
Kendati demikian, Corporate Secretary Medikaloka Hermina, Ichsan Hanafi, mengatakan, peningkatan jumlah kasus ISPA dan sesak napas tersebut tidak terlalu signifikan.
"Detailnya memang secara angka belum dicek [tapi terjadi peningkatan], tidak terlalu signifikan, baik itu penambahan rawat jalan maupun penambahan pasien rawat inapnya," kata Ichsan.
Selama Januari-Juni 2026, perseroan mencatatkan pendapatan senilai Rp3,6 triliun, meningkat 6,51 persen (YoY) dari Rp3,38 triliun pada periode serupa di 2025. Kinerja tersebut mayoritas didukung oleh jaringan rumah sakit perseroan di wilayah Jawa dan Bali (Rp3,07 triliun). Sisanya berasal dari wilayah Sumatra (Rp356,6 miliar) serta Kalimantan dan Sulawesi (Rp274,88 miliar).
Tahun ini, HEAL telah membangun 2 rumah sakit baru, yakni di Badung, Bali dan Kepanjen, Malang. Selain menambah rumah sakit baru, perseroan juga mengembangkan rumah sakit yang dimiliki. Salah satunya, dengan membeli alat-alat medis untuk melengkapi center of excellence di jaringan rumah sakitnya. Contohnya, di Bekasi.
Perseroan sendiri mengalokasikan belanja modal sekitar Rp1,3 triliun pada 2026. Selain untuk membuka rumah sakit baru dan mengembangkan rumah sakit existing, dana tersebut juga perseroan gunakan untuk merenovasi rumah sakitnya. Sekitar Rp500 miliar masih tersedia per akhir Juni 2026.
