Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Kemenhub Sedang Evaluasi Kebijakan Batas Tarif Tiket Pesawat

Kemenhub Sedang Evaluasi Kebijakan Batas Tarif Tiket Pesawat
ANTARA FOTO/Fauzan/aww.

Jakarta, FORTUNE - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini tengah mengevaluasi sejumlah regulasi untuk mendukung pemulihan industri penerbangan. Salah satu yang tengah dibahas adalah tarif batas tiket pesawat.

ā€œSaat ini kami tengah mengevaluasi penyesuaian ketentuan tarif angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri,ā€ kata Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub, Dadun Kohar, dalam webinar bertajuk Recovery Plan Penerbangan di Indonesia, Kamis (30/6).

Dadun memastikan pembahasanĀ tarif tiket pesawatĀ tersebut masih dalam tahap evaluasi. Dia memastikan Kemenhub juga berkoordinasi denganĀ stakeholders untuk menetapkan relaksasi dan stimulus. ā€œIni merupakan hal-hal yang bisa dikembangkan dalam mendukung pemulihanĀ industri penerbanganĀ ke depan,ā€ ujarnya.Ā 

Dalam hal regulasi, evaluasi juga dilakukan pada Pasal 127 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan mengenai tarif batas atas dan tarif batas bawah. ā€œIni ditetapkan dengan mempertimbangkan perlindungan konsumen dan mencegah persaingan tidak sehat,ā€ kata Dadun.Ā 

Begitu juga untuk Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2009 dan Keputusan Menteri 106 Tahun 2019 mengenai tata cara pengaturan tarif dan penetapan tarif batas atas. Dia menegaskan regulasi tersebut berpotensi untuk dievaluasi demi mendukung pemulihan industri penerbangan.Ā 

Bakal ada stimulus

Selain terkait tarif, Dadun menyebut pemerintah sedang membahas bantuan pembiayaan operasional Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, Penyimpanan Pesawat Udara atau PJP4U juga disinggung. Sebab hal ini turut mendukung pemulihan sektor penerbangan.Ā 

ā€œKemudian Keputusan Menteri Nomor 68 Tahun 2022 tentang besaran biaya tambahan atauĀ fuel surchargeĀ tarif penumpang kelas ekonomi masih terus dievaluasi,ā€ kata Dadun.Ā 

Dampak pandemi Covid-19 terhadap penerbangan

Terminal 1A Bandara Soetta pada masa sebelum pandemi Covid-19. (Flickr)
Terminal 1A Bandara Soetta pada masa sebelum pandemi Covid-19. (Flickr)

Dia tak menampik pandemi Covid-19 sangat berdampak kepada sektor transportasi. Jumlah penumpang domestik pada 2020 mengalami penurunan cukup tajam hingga 55,46 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah penumpang internasional juga mengalami penurunan, yakni 80,72 persen pada 2020.

Pada 2020 jumlah penumpang pesawat domestik hanya 34,3 juta, dan internasional hanya sekitar 7,1 juta. Sementara pada 2021 jumlah penumpang pesawat domestik hanya 33,36 juta dan internasional 1,3 juta.Ā 

Sampai 2021, kata Dadun, efek pandemi pun belum mereda. ā€œJumlah penurunan penumpang domestik 5,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan penurunan jumlah penumpang internasional minus 80,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya,ā€ katanya.

Dadun mengatakan pemulihan sektor industri penerbangan tidak bisa berjalan sendiri. Semua pihak di dalam industri tersebut perlu mengatasi permasalahan yang ada saat ini. Terlebih, saat ini naiknya biaya bahan bakar dunia juga berpengaruh pada avtur.Ā 

Jeritan maskapai

Shutterstock/KOSOL PHUNJUI (deleted)
Shutterstock/KOSOL PHUNJUI (deleted)

Sebelumnya, Lion Air Group mengungkapkan kondisiĀ operasional penerbangan saat ini cukup memberatkan. Sebab, maskapai mengaku tak dapat menangguk untung kendati penerbangan telah beroperasi kembali.

Naiknya harga avtur hingga indeks dollar Amerika Serikat membuat biaya perawatan pesawat naik signifikan. Sementara, pemulihan industri penerbangan belum terjadi seperti 2019 saat pandemi Covid-19 belum menyerang.Ā 

Manajemen menyebut beberapa vendor atau penyedia material, dan bahan untuk perawatan pesawat udara banyak yang tutup. Kondisi tersebut menguatkan hukum pasar berlaku, dan melambungkan harga penjualan alat-alat yang dibutuhkan.

Untuk itu, maskapai berharap ada revisi Peraturan Menteri (PM) Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Share
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
Eko Wahyudi
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Business

See More

Tren Lari Dongkrak Inovasi dan Bisnis Sepatu Lokal Indonesia

19 Mar 2026, 06:00 WIBBusiness