Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Kian Agresif, Brand Sepatu Lokal 910Nineten Bidik Pertumbuhan 30% di 2026
910Nineten Orca Vision/Dok. 910Nineten
  • 910Nineten menargetkan pertumbuhan penjualan 30% pada 2026, didukung ekspansi gerai baru di FX Mall Sudirman dan rencana pembukaan toko tambahan di Grand Indonesia.
  • Perusahaan meluncurkan koleksi FW26 Trancetopia dengan teknologi LATYXFORM3D berbasis 3D printing untuk meningkatkan presisi dan efisiensi performa sepatu lari.
  • 910Nineten memperkuat kolaborasi global dengan Vibram, Carbitex, dan Matryx serta menyiapkan debut sepatu trail elite di ajang UTMB Mont-Blanc 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Industri sepatu lari lokal terus menunjukkan geliat pertumbuhan. Meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari mendorong merek-merek dalam negeri memperkuat daya saing melalui inovasi teknologi, ekspansi distribusi, hingga penguatan komunitas. Di tengah tren tersebut, 910Nineten memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 30% pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperbesar pangsa pasar di segmen olahraga performa.

Target tersebut diiringi sejumlah langkah ekspansi. Terbaru, perusahaan meresmikan gerai baru di FX Mall Sudirman, Jakarta, yang menempati area lebih luas dibandingkan toko sebelumnya di pusat perbelanjaan yang sama. Relokasi ini dilakukan setelah perusahaan mencatat peningkatan penjualan yang signifikan dari gerai sebelumnya. Kehadiran gerai baru juga diharapkan semakin mendekatkan perusahaan dengan konsumen dan komunitas lari yang menjadi salah satu motor pertumbuhan.

“Pertumbuhan penjualan gerai 910Nineten di lantai 1 FX Mall Sudirman sangat signifikan. Oleh karena itu, saat ada kesempatan dari pihak mall, maka kami memutuskan untuk pindah ke tempat yang lebih besar, di lantai 3,” ujar CEO 910Nineten Indonesia Irene Anastasia, dalam keterangannya, dikutip Kamis (11/6).

Dalam tiga tahun terakhir, 910Nineten mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 28 persen per tahun. Bahkan, perusahaan sempat membukukan lonjakan penjualan sekitar 70 persen pada periode 2023 hingga 2024. Berbekal capaian tersebut, perusahaan optimistis mempertahankan momentum pertumbuhan pada tahun depan.

“Tapi, sebelumnya, kami pernah tumbuh sekitar 70 persen dari 2023 ke 2024. Tahun ini, kami berharap penjualan 910Nineten bisa tumbuh 30 persen,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, inovasi produk menjadi salah satu strategi utama yang dijalankan perusahaan. Langkah itu diwujudkan melalui peluncuran koleksi FW26 Performance Collection bertajuk Trancetopia: Strive in Progression, yang menandai fase baru pengembangan teknologi performa 910Nineten.

Sorotan utama koleksi tersebut adalah hadirnya platform LATYXFORM3D, teknologi konstruksi alas kaki berbasis 3D printing yang diklaim mampu menghadirkan tingkat presisi, efisiensi struktur, dan optimalisasi biomekanik yang lebih tinggi dibandingkan metode manufaktur konvensional. Melalui inovasi tersebut, perusahaan berupaya memperluas akses terhadap teknologi yang sebelumnya identik dengan produk premium global.

“Trancetopia merepresentasikan semangat kami untuk terus bergerak maju dan berkembang. Bagi kami, inovasi bukan lagi sekadar menciptakan produk yang lebih cepat. Inovasi adalah membangun ekosistem di mana teknologi mutakhir, wawasan atlet, dan desain yang memiliki tujuan dapat bersinergi untuk membentuk masa depan performa,” ujar Irene.

Koleksi Trancetopia tidak hanya berfokus pada inovasi sepatu, tetapi juga memperluas ekosistem performa 910Nineten melalui penguatan lini road running, trail running, dan apparel olahraga. Langkah ini ditujukan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih terintegrasi bagi atlet dan pelari dari berbagai disiplin.

Koleksi tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran ORCA Vision, fase terbaru identitas performa 910Nineten yang menitikberatkan pada pendekatan desain berbasis rekayasa dan inovasi jangka panjang.

Strategi distribusi dan kolaborasi

Selain mengembangkan teknologi internal, 910Nineten juga memperkuat kolaborasi dengan sejumlah mitra teknologi global seperti Vibram, Carbitex, dan Matryx. Kemitraan tersebut digunakan untuk menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari sistem propulsi yang meningkatkan efisiensi berlari, material upper yang ringan dan kuat, hingga outsole dengan traksi lebih baik untuk berbagai kondisi medan.

Pengembangan produk tersebut tidak hanya menyasar kategori road running, tetapi juga trail running dan apparel performa. Perusahaan menilai kebutuhan pelari semakin beragam sehingga membutuhkan ekosistem produk yang lebih terintegrasi, mulai dari latihan harian hingga kompetisi.

Ambisi perusahaan bahkan mulai melampaui pasar domestik. Bersamaan dengan peluncuran FW26, 910Nineten memperkenalkan platform sepatu trail elite terbaru yang dijadwalkan menjalani debut kompetitif global pada Agustus 2026 di Chamonix, Prancis, dalam ajang UTMB Mont-Blanc, salah satu kompetisi ultra-trail paling bergengsi di dunia. Langkah tersebut menjadi upaya perusahaan membawa inovasi produk lokal ke panggung olahraga internasional.

Di sisi pemasaran, perusahaan tetap mengandalkan strategi branding yang konsisten melalui berbagai kanal komunikasi, mulai dari media konvensional hingga digital. Perusahaan juga menggandeng influencer, key opinion leader (KOL), dan komunitas olahraga untuk memperkuat kedekatan dengan konsumen. Salah satu figur yang telah mendampingi perjalanan merek ini selama satu dekade adalah Sandiaga Uno yang juga menjadi brand ambassador.

Sementara itu, perluasan distribusi menjadi pilar strategi berikutnya. Saat ini 910Nineten telah memiliki lima gerai dan berencana membuka toko baru di Grand Indonesia pada akhir tahun. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan sejumlah street shop di Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Denpasar.

“Sampai saat ini, lima, kami sudah memiliki lima gerai dan akhir tahun ini, kami akan buka gerai baru di Grand Indonesia, Jakarta. Namun, kami juga punya sejumlah street shop, di antaranya di Surabaya, Jogja, Bandung, dan Denpasar,” ucapnya.

Di luar kanal ritel fisik, perusahaan turut memanfaatkan affiliate marketing sebagai saluran penjualan dan penguatan merek. Menurut Irene, jaringan afiliator yang dibangun perusahaan mampu berkontribusi terhadap peningkatan eksposur sekaligus penjualan produk. “Para afiliator yang kami gandeng ini bisa membantu kami dalam hal branding maupun penjualan,” ujarnya.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bagaimana produsen sepatu lari lokal semakin agresif memperkuat posisinya di pasar. Jika sebelumnya persaingan lebih banyak ditentukan oleh harga dan distribusi, kini inovasi teknologi, pengembangan ekosistem produk, serta keterlibatan komunitas menjadi faktor yang semakin menentukan dalam perebutan pasar olahraga yang terus bertumbuh.

Editorial Team

Related Article