MNC Energy (IATA) Bidik Produksi Batu Bara 3 Juta Ton pada 2026

- PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) menargetkan produksi batu bara sebesar 3 juta metric ton pada 2026.
- IATA melakukan kerja sama dengan PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) untuk mencapai target produksi tersebut.
- Nilai kontrak kerja sama pertambangan antara IATA dan KPP Mining mencapai Rp5 triliun dengan jangka waktu lima tahun.
Jakarta, FORTUNE - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) menargetkan produksi 3 juta metric ton (MT) batu bara pada 2026. Target tersebut dapat dicapai melalui sejumlah langkah strategis, termasuk kerja sama dengan kontraktor pertambangan berpengalaman
Direktur Utama IATA, Suryo Eko Hadianto, mengatakan salah satu kolaborasi utama dilakukan bersama PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining), unit bisnis PT United Tractors Tbk yang berada di bawah Grup Astra.
Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Mining Contractor Agreement pada akhir Desember 2025, anak usaha IATA, PT Arthaco Prima Energy (APE), bersama KPP Mining menggelar Ist Digging Ceremony. Kegiatan ini menandai dimulainya fase operasional pertambangan di wilayah konsesi APE.
"Momentum Ist Digging Ceremony hari ini menegaskan komitmen IATA bersama KPP MINING untuk merealisasikan target produksi yang ambisius, sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Suryo dalam keterangan resmi, Kamis (8/12).
Perjanjian pertambangan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp5 triliun dengan jangka waktu kerja sama lima tahun, efektif mulai Januari 2026. Kontrak ini mencakup kegiatan operasional pertambangan batu bara di wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) milik APE yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Suryo menilai, kerja sama jangka menengah tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat kapasitas produksi dan efisiensi operasional perusahaan. Dengan dukungan kontraktor tambang yang memiliki rekam jejak panjang, IATA berharap dapat membangun sistem operasi yang stabil dan berkelanjutan.
Perseroan membuka peluang peningkatan kapasitas produksi hingga 7 juta MT per tahun dalam jangka menengah, seiring dengan bertambahnya skala dan intensitas operasional tambang.

















