Jakarta, FORTUNE — PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), emiten yang bergerak di sektor Energi dan Kimia melalui kilang LPG (Liquefied Petroleum Gas) dan pabrik amoniak, mencatat penurunan laba bersih sepanjang 2025. Penurunan laba bersih itu sebagian disebabkan oleh turunnya harga LPG dan amoniak sepanjang tahun lalu masing-masing 8 daan 3,5 persen secara tahunan (YoY).
Secara tahunan, perseroan mencatat pendapatan sebesar US$295 juta, menurun 2 persen jika dibandingkan lalu. Pendapatan relatif stagnan itu, didukung oleh peningkatan volume pengiriman amoniak sebesar 3 persen.
Sementara laba bersih ESSA turun 11 persen pada 2025 menjadi US$40 juta dari US$45 juta terutama dipengaruhi oleh realisasi harga penjualan yang lebih rendah. Penurunan beban keuangan seiring pelunasan pinjaman lebih awal turut membantu mengimbangi sebagian dampak tersebut terhadap laba bersih.
Kanishk Laroya, Presiden Direktur & CEO ESSA mengatakan perseroan terus memperkuat posisi keuangannya setelah melakukan pelunasan lebih awal atas seluruh pinjamannya pada 2025. Alhasil, pada kuartal IV 2025 mampu mencatat pertubuhan kinerja didorong oleh pemulihan tajam harga amoniak yang meningkat sebesar 31 persen secara kuartalan (QoQ).
Dengan operasional yang solid serta didukung keandalan pabrik yang baik, ESSA memanfaatkan kenaikan harga tersebut di tengah gangguan pasokan amoniak global. Hal ini mendorong pendapatan pada Kuartal IV 2025 meningkat 51 persen secara kuartalan (QoQ), sementara laba bersih naik sebesar 194 persen (QoQ) yang mencerminkan kuatnya leverage operasional ESSA serta kemampuan Perseroan dalam merespons dinamika pasar secara cepat.
“Tingkat operasi yang optimal serta keandalan fasilitas produksi yang tinggi menjadi faktor utama kuatnya operasional ESSA sehingga mampu mengimbangi sebagian besar dampak penurunan harga terhadap pendapatan," katanya dalam keterangan tertulis dikutip Senin (9/3)
Menurutnya, pabrik LPG ESSA mencatat lebih dari 6,5 tahun tanpa gangguan operasional (zero plant trip), sementara pabrik amoniak telah mencapai 9,4 juta jam kerja aman, yang mencerminkan komitmen ESSA terhadap keunggulan operasional.
Tahun ini, ESSA akan melaksanakan turnaround terjadwal untuk pabrik amoniak pada kuartal II 2026 guna memastikan keselamatan, keandalan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional dalam jangka panjang.
Pengelolaan keuangan yang prudent juga memungkinkan kami menurunkan beban bunga serta memperkuat kinerja laba.
“Pada Tahun 2025, kami berhasil mencapai posisi debt- free dengan posisi kas bersih sebesar US$126 juta, yang menempatkan ESSA pada posisi yang kuat untuk memanfaatkan neraca keuangan dalam mendukung berbagai peluang pertumbuhan selanjutnya,” pungkasnya.
