Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

10 Produk Ekspor Unggulan Indonesia ke Venezuela, Apa Saja?

Perdagangan internasional
Ilustrasi perdagangan internasional (pexels.com/Tom Fisk)
Intinya sih...
  • 10 produk ekspor unggulan Indonesia ke Venezuela termasuk kendaraan, sabun, benang poliester, tisu, kaos katun, kertas tahan minyak, insektisida, dan baterai listrik.
  • Neraca dagang Indonesia-Venezuela mengalami surplus sepanjang Januari hingga November 2025.
  • Kondisi geopolitik antara AS dan Venezuela belum berdampak signifikan terhadap ekonomi RI, tetapi ada risiko terkait pasokan energi dan biaya pengiriman barang yang perlu diwaspadai.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Konflik Amerika Serikat (AS) dan Venezuela tengah menjadi sorotan dunia. Pemerintah Indonesia masih memantau dampak penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ole AS terhadap perekonomian nasional, termasuk perdagangan.

Terlepas dari kasus penangkapan tersebut, Venezuela tercatat sebagai salah satu negara tujuan ekspor Indonesia di Amerika Selatan. Ada berbagai produk unggulan yang dikirimkan Indonesia ke negara tersebut.

Lantas, apa saja produk ekspor unggulan Indonesia ke Venezuela? Simak deretan produknya di bawah ini.

Daftar produk ekspor unggulan Indonesia ke Venezuela

Ada beberapa produk andalan Indonesia yang diekspor ke Venezuela. Total ada sepuluh produk utama yang dikirimkan Indonesia yang mencakup sumber daya alam dan manufaktur. Berikut deretan produk ekspor unggulan Indonesia ke Venezuela sepanjang Januari-November 2025.

  1. Kendaraan dengan mesin piston pembakaran spark-ignition (bensin) berkapasitas 1.000 cc hingga 1.500 cc: 52,3 juta dolar AS.
  2. Sabun dan produk aktif permukaan organik berbentuk batangan, lembaran atau bahan nonwoven yang dilapisi sabun atau deterjen untuk keperluan mandi, termasuk produk medis: 8,06 juta dolar AS.
  3. Benang dari serat poliester, bukan benang jahit yang dicampur terutama atau seluruhnya dengan kapas: 3,7 juta dolar AS
  4. Sabun dan produk aktif permukaan organik berbentuk batangan, lembaran atau bahan nonwoven yang diresapi, dilapisi, atau ditutup sabun atau deterjen untuk bukan untuk keperluan mandi: 3,1 juta dolar AS.
  5. Tisu, handuk, serbet, atau bahan sejenis untuk keperluan rumah tangga atau sanitasi, terbuat dari serat selulosa dalam bentuk jaring webbing selulosa dalam gulungan dengan lebar lebih dari 36 centimeter atau lembaran persegi panjang dengan salah satu sisi lebih dari 36 centimeter saat dibuka: 1,9 juta dolar AS.
  6. Kaos, singlet, dan rompi lainnya berbahan katun yang dibuat dengan dirajut atau direnda: 777,3 ribu dolar AS.
  7. Kertas tahan minyak (grease proof) dalam bentuk gulungan atau lembaran: 417,3 ribu dolar AS.
  8. Insektisida yang dikemas untuk penggunaan langsung: 387,4 ribu dolar AS.
  9. Bagian atau komponen baterai listrik (aki): 367,1 ribu dolar AS.
  10. Produk campuran yang dapat dimakan dari lemak atau minyak hewani, nabati, atau mikroba: 361,9 ribu dolar AS.

Neraca dagang Indonesia-Venezuela mengalami surplus

Berdasarkan laporan Satu Data Kementerian Perdagangan (Kemendag), kinerja perdagangan Indonesia dengan Venezuela mencatatkan capaian impresif sepanjang Januari-November 2025.

Neraca perdagangan kedua negara menunjukkan surplus signifikan bagi Indonesia dalam periode tersebut. Capaian tersebut didorong oleh produk ekspor unggulan Indonesia ke Venezuela nonmigas yang berhasil tumbuh di atas 70 persen.

Total nilai ekspor Indonesia ke Venezuela mencapai 75,1 juta dolar AS, naik 71,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 43,8 juta dolar AS. Sementara itu, arus impor dari Venezuela mengalami penurunan. Total nilai impor Indonesia dari Venezuela menyusut menjadi 14,1 juta dolar AS, turun 30,45 persen dari 20,3 juta dolar AS secara yoy.

Data tersebut menunjukkan Indonesia menikmati surplus perdagangan sebesar 60,9 juta dolar AS hingga November 2025, naik 159,23 persen dari 23,5 juta dolar AS pada periode sebelumnya. 

Pertumbuhan terjadi lebih dua kali lipat ini membuktikan kinerja ekspor yang solid ke negara di Amerika Selatan tersebut.

Dampak konflik AS-Venezuela terhadap ekonomi RI

Kondisi geopolitik yang semakin memanas antara AS dan Venezuela menimbulkan kekhawatiran pada perekonomian Indonesia. Para pengamat menilai dampak isu geopolitik tersebut hingga saat ini masih terbatas terhadap Indonesia.

Kegiatan perdagangan masih berjalan, termasuk ekspor otomotif yang menjadi produk unggulan Indonesia Dilansir Antara News, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memastikan hingga saat ini aktivitas ekspor kendaraan tetap berjalan normal ke Venezuela.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto menjelaskan bahwa komunikasi dengan para mitra dan otoritas di Venezuela masih berjalan lancar dan tidak menghambat kelangsungan ekspor yang signifikan.

Meskipun begitu, ada risiko yang perlu diwaspadai terkait tatanan energi dan ekonomi global apabila konflik AS-Venezuela terus melebar. Ada kekhawatiran konflik akan mengganggu pasokan energi dan kelancaran rantai pasoknya.

Biaya pengiriman barang berpotensi naik pada  rute lintas Pasifik maupun rute dengan hub utama global. Eskalasi ketegangan global juga dapat memengaruhi reliabilitas jadwal pengiriman.

Demikian rangkuman produk ekspor unggulan Indonesia ke Venezuela dan neraca perdagangan antara kedua negara.

FAQ seputar produk ekspor Indonesia ke Venezuela

Apa saja produk utama yang diekspor Indonesia ke Venezuela?

Produk ekspor unggulan Indonesia ke Venezuela meliputi komoditas manufaktur dan sumber daya alam, seperti kendaraan dan suku cadang otomotif, sabun, kertas, dan karet.

Bagaimana kondisi neraca perdagangan antara Indonesia dan Venezuela?

Neraca perdagangan antara Indonesia dan Venezuela cenderung mengalami surplus di pihak Indonesia. Situasi ini menunjukkan bahwa nilai ekspor Indonesia ke Venezuela lebih besar dibandingkan nilai impornya.

Apakah ekspor otomotif Indonesia diminati di Venezuela?

Ya, ekspor produk otomotif, termasuk kendaraan utuh dan suku cadang memberikan kontribusi besar terhadap neraca perdagangan Indonesia dengan Venezuela. Kondisi ini memperlihatkan permintaan yang baik untuk produk-produk tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Business

See More

ICC Banking Commission Ungkap 3 Tantangan Perdagangan Global di 2026

12 Jan 2026, 16:00 WIBBusiness