Sebelum eksis sebagai salah satu jurnalis senior Indonesia, Karni Ilyas membangun kariernya melalui berbagai media cetak ternama. Selama menjadi wartawan, ia banyak meliput isu politik dan hukum serta mewawancarai sejumlah tokoh penting nasional.
Kariernya kemudian berkembang ke media televisi. Karni dikenal sebagai pembawa berita sekaligus pembawa acara berbagai program unggulan di sejumlah stasiun televisi nasional.
Namanya semakin dikenal luas setelah memimpin redaksi tvOne dan menjadi host program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC). Berikut perjalanan karier Karni Ilyas di dunia jurnalistik.
Karni memulai debutnya sebagai wartawan harian Suara Karya di Jakarta milik Partai Golkar. Bermodal ijazah SMA, ia mulai merintis kariernya di dunia jurnalistik.
Ia bergabung dengan Majalah Tempo dan berhasil meniti karier hingga menduduki posisi strategis sebagai redaktur pelaksana. Kepiawaian investigasinya mendapat pengakuan luas, terutama saat mengomandoi rubrik hukum.
Karni dipercaya memimpin Majalah Forum Keadilan sebagai pemimpin redaksi. Di bawah arahannya, majalah tersebut menjadi rujukan kasus-kasus hukum di Indonesia.
Karni beralih ke industri media televisi dan menjadi presenter dalam program “Liputan 6” di Surya Citra Televisi (SCTV). Ia berhasil melahirkan jargon legendaris “Kekuatan televisi adalah kecepatan, kecepatan, dan kecepatan.”
Sekitar 2005, Karni Ilyas bergabung ke Andalas Televisi (ANTV). Ia dipercaya sebagai direktur pemberitaan. Ada banyak tayangan eksklusif yang diberikan oleh ANTV berkat dirinya, seperti penggerebekan teroris Doktor Azahari di Batu, Malang pada 2005.
Karni mencapai puncak karier manajemen medianya saat ditunjuk sebagai Direktur sekaligus Pemimpin Redaksi tvOne. Ia menginisiasi program diskusi hukum bernama “Jakarta Lawyers Club” yang berganti nama menjadi “Indonesia Lawyers Club”.
Ia juga meluncurkan program karikatur bernama Bang One sebagai media kritik jenaka terhadap kebijakan publik.
Setelah ILC berhenti tayang, Karni masih aktif di dunia jurnalistik dengan merambah platform digital melalui kanal YouTube pribadinya. Ia tetap konsisten menyajikan wawancara mendalam bersama tokoh-tokoh penting di dalam negeri.