Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Karni Ilyas, Ditunjuk Jadi Komisaris Independen DEWA
Jurnalis senior Karni Ilyas (Instagram.com/presidenilc)
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA) resmi menunjuk jurnalis senior Karni Ilyas sebagai Komisaris Independen berdasarkan keputusan RUPST terbaru.
  • Karni Ilyas dikenal luas lewat kiprahnya di dunia jurnalistik, mulai dari media cetak hingga televisi, termasuk sebagai pembawa acara Indonesia Lawyers Club.
  • Dengan latar pendidikan hukum dan pengalaman panjang di media, Karni telah meraih berbagai penghargaan bergengsi serta kini aktif melalui kanal digital pribadinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengumumkan perubahan pengurus berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Pemegang saham perseroan menyetujui pengangkatan Karni Ilyas sebagai Komisaris Independen DEWA.

Karni Ilyas merupakan jurnalis senior dan tokoh pers ternama di Indonesia. Ia dikenal luas sebagai pengisi acara di program debat populer, Indonesia Lawyers Club (ILC).

Berikut profil Karni Ilyas yang lengkap, mulai dari perjalanan karier hingga pencapaian yang diraihnya.

Biodata Karni Ilyas

  • Nama lengkap: Sukarni Ilyas

  • Nama panggilan: Karni Ilyas

  • Kewarganegaraan: Indonesia

  • Agama: Islam

  • Tempat dan tanggal lahir: Balingka, Agam, Sumatra Barat, 25 September 1952

  • Usia: 74 tahun (2026)

  • Profesi: jurnalis dan presenter televisi

  • Pendidikan: Fakultas Hukum, Universitas Indonesia

  • Media sosial: Karni Ilyas Club (YouTube), @karniilyasclub (Instagram) 

Profil Karni Ilyas

Karni Ilyas adalahputra pasangan Ilyas Sutan Nagari dan Syamsinar. Ia berasal dari keluarga berdarah Minangkabau serta menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Kota Padang, Sumatera Barat.

Karni menikah dengan Yulina pada 1977 saat berusia 25 tahun. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga orang anak.

Pendidikan Karni Ilyas

Minat Karni terhadap dunia kepenulisan telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah. Sejumlah karya tulisnya bahkan berhasil dimuat di Harian Abadi, salah satu surat kabar nasional yang terbit di Jakarta. Pengalaman tersebut menjadi awal perjalanan Karni di dunia jurnalistik.

Untuk mewujudkan cita-citanya sebagai jurnalis, Karni merantau ke Jakarta dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Publisistik (STP) yang kini menjadi Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta. Namun, ia sempat menunda kuliahnya karena memilih fokus membangun karier sebagai wartawan.

Beberapa tahun kemudian, Karni kembali melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ia berhasil meraih gelar Sarjana Hukum pada 1984.

Latar belakang pendidikan di bidang jurnalistik dan hukum kemudian menjadi bekal penting dalam mengembangkan kariernya, terutama saat menangani berbagai liputan investigasi dan isu-isu hukum.

Atas kontribusinya di bidang jurnalistik dan hukum, Karni menerima gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) di bidang hukum dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 2013.

Riwayat pendidikan Karni Ilyas

  • SMP Negeri 5 Padang (lulus 1968)

  • SMEA Negeri 1 Padang atau yang kini bernama SMK Negeri 2 Padang (lulus 1971)

  • Sekolah Tinggi Publisistik (STP), yang kini menjadi Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta

  • Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Sarjana Hukum, 1984)

  • Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) di bidang hukum dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) (2013)

Perjalanan karier di dunia jurnalistik

Sebelum eksis sebagai salah satu jurnalis senior Indonesia, Karni Ilyas membangun kariernya melalui berbagai media cetak ternama. Selama menjadi wartawan, ia banyak meliput isu politik dan hukum serta mewawancarai sejumlah tokoh penting nasional.

Kariernya kemudian berkembang ke media televisi. Karni dikenal sebagai pembawa berita sekaligus pembawa acara berbagai program unggulan di sejumlah stasiun televisi nasional.

Namanya semakin dikenal luas setelah memimpin redaksi tvOne dan menjadi host program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC). Berikut perjalanan karier Karni Ilyas di dunia jurnalistik.

  • 1972–1978

Karni memulai debutnya sebagai wartawan harian Suara Karya di Jakarta milik Partai Golkar. Bermodal ijazah SMA, ia mulai merintis kariernya di dunia jurnalistik.

  • 1978–1999

Ia bergabung dengan Majalah Tempo dan berhasil meniti karier hingga menduduki posisi strategis sebagai redaktur pelaksana. Kepiawaian investigasinya mendapat pengakuan luas, terutama saat mengomandoi rubrik hukum.

  • 1999

Karni dipercaya memimpin Majalah Forum Keadilan sebagai pemimpin redaksi. Di bawah arahannya, majalah tersebut menjadi rujukan kasus-kasus hukum di Indonesia.

  • 1999–2005

Karni beralih ke industri media televisi dan menjadi presenter dalam program “Liputan 6” di Surya Citra Televisi (SCTV). Ia berhasil melahirkan jargon legendaris “Kekuatan televisi adalah kecepatan, kecepatan, dan kecepatan.”

  • 2005–2008

Sekitar 2005, Karni Ilyas bergabung ke Andalas Televisi (ANTV). Ia dipercaya sebagai direktur pemberitaan. Ada banyak tayangan eksklusif yang diberikan oleh ANTV berkat dirinya, seperti penggerebekan teroris Doktor Azahari di Batu, Malang pada 2005.

  • 2008–2020

Karni mencapai puncak karier manajemen medianya saat ditunjuk sebagai Direktur sekaligus Pemimpin Redaksi tvOne. Ia menginisiasi program diskusi hukum bernama “Jakarta Lawyers Club” yang berganti nama menjadi “Indonesia Lawyers Club”.

Ia juga meluncurkan program karikatur bernama Bang One sebagai media kritik jenaka terhadap kebijakan publik. 

  • 2020–sekarang

Setelah ILC berhenti tayang, Karni masih aktif di dunia jurnalistik dengan merambah platform digital melalui kanal YouTube pribadinya. Ia tetap konsisten menyajikan wawancara mendalam bersama tokoh-tokoh penting di dalam negeri.

Penghargaan dan pencapaian Karni Ilyas

Dedikasi Karni Ilyas di dunia jurnalistik telah membawanya meraih berbagai penghargaan bergengsi, baik sebagai individu maupun melalui program yang dipandunya. Salah satu pencapaiannya adalah memenangkan Panasonic Gobel Awards 2013 untuk kategori Presenter Talkshow Berita dan Informasi.

Selain itu, Karni pernah memenangkan Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2015 sebagai Presenter Pria Terfavorit, Presenter Talkshow Terfavorit dari Panasonic Gobel Award 2016, dan Presenter Talkshow Berita dari Panasonic Gobel Awards 2018.

Beberapa program televisi yang dipimpinnya  juga berhasil meraih pencapaian. Misalnya, Indonesia Lawyers Club terpilih sebagai program Talkshow Berita Terfavorit di ajang Panasonic Gobel Award secara berturut-turut pada 2010–2013.

Demikian perjalanan karier dan profil Karni Ilyas yang dikenal sebagai jurnalis kondang di Indonesia. Kini, ia mengemban tanggung jawab baru sebagai Komisaris Independen DEWA.

FAQ seputar profil Karni Ilyas

Siapa sebenarnya Karni Ilyas?

Karni Ilyas adalah salah satu jurnalis senior dan tokoh pers paling berpengaruh di Indonesia. Ia dikenal sebagai pembawa acara program debat populer Indonesia Lawyers Club (ILC).

Apa kabar Karni Ilyas sekarang?

Karni Ilyas kini ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berdasarkan hasil RUPST.

Bagaimana perjalanan karier jurnalistiknya?

Ia memulai kariernya di dunia jurnalistik pada tahun 1972 sebagai reporter untuk harian Suara Karya. Setelah itu, ia melebarkan sayap ke dunia pertelevisian dengan memegang posisi penting sebagai pemimpin redaksi di berbagai stasiun televisi besar.

Editorial Team

Related Article