Jakarta, FORTUNE – PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) memacu pasokan bahan baku kimia khusus (specialty chemicals) untuk menyokong pertumbuhan industri kosmetik dan perawatan tubuh nasional. Emiten ini memperkuat penetrasi pasar melalui kemitraan strategis dengan para pemimpin industri kecantikan, termasuk PT Paragon Technology and Innovation (Paragon).
Hingga kuartal I-2026, Paragon mencatatkan nilai transaksi pembelian bahan baku kepada SMLE mencapai Rp7,8 miliar. Integrasi rantai pasok ini memberikan efisiensi operasional, kontrol kualitas ketat, serta mempercepat waktu masuk ke pasar (time-to-market) bagi kedua belah pihak.
Manajemen perseroan menegaskan kemitraan tersebut mengonfirmasi keandalan standar manufaktur SMLE.
“SMLE bahkan sudah mencatatkan kemitraan jangka panjang untuk terus memasok bahan baku berkualitas ke Paragon. Ini memperlihatkan kualitas formulasi riset SMLE telah memenuhi standar tinggi manufaktur produk kecantikan papan atas di Indonesia,” demikian manajemen SMLE melalui keterangan tertulis, Rabu (2/9).
Guna menopang pertumbuhan bisnis, SMLE secara konsisten bertransformasi dari distributor menjadi mitra solusi formulasi terintegrasi. Perseroan memperkuat kapabilitas laboratorium formulasi riset dan pengembangan (R&D) internal untuk meracik formula baru serta menguji performa bahan baku sebelum didistribusikan.
Pada saat bersamaan, SMLE melancarkan ekspansi agresif pada lini bisnis wewangian (fragrance). Langkah ini dijalankan melalui entitas anak, PT Sinar Aroma Sentosa (SAS), yang didirikan pada Februari 2024 dengan porsi kepemilikan saham 99,96 persen.
Pabrik SAS di Jakarta Barat beroperasi sebagai lengan manufaktur yang memproduksi wewangian dan produk aroma untuk pasar nasional hingga rantai pasok global.
Langkah ekspansif ini memanfaatkan besarnya potensi pasar domestik. Data Kementerian Perindustrian mencatat nilai pasar industri kosmetik Indonesia pada 2025 mencapai sekitar USD$9,74 miliar, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan 4,33 persen hingga 4,37 persen.
Selain itu, kinerja ekspor kosmetik nasional juga meningkat dari US$416,8 juta pada 2024 menjadi US$473,8 juta pada 2025.
