Jakarta, FORTUNE — Starbucks Korea Selatan akan menutup sementara lebih dari 2.000 gerainya pada 22 Juni 2026 untuk menggelar pelatihan sejarah dan sensitivitas sosial bagi karyawan. Langkah ini diambil setelah perusahaan menuai kritik atas kampanye pemasaran yang dinilai tidak sensitif terhadap peristiwa sejarah gerakan demokrasi Korea Selatan.
Operator Starbucks Korea, Shinsegae Group, menyebut pelatihan itu bertujuan meningkatkan pemahaman karyawan terhadap konteks sejarah dan isu sosial, sekaligus mencegah terulangnya kontroversi serupa di masa mendatang.
