Jakarta, FORTUNE - Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen berencana memangkas secara drastis jajaran model kendaraan serta kembali mengurangi kapasitas produksinya, menyusul rapat dewan pengawas yang membahas restrukturisasi besar-besaran perusahaan.
Dikutip dari Reuters, produsen mobil terbesar di Eropa itu menyatakan jumlah model kendaraan yang diproduksi akan dikurangi secara bertahap hingga 50 persen dengan fokus pada segmen pasar yang dinilai paling menarik dan menguntungkan. Tak hanya itu, kapasitas produksi tahunan juga akan dipangkas menjadi 9 juta kendaraan.
Sumber Reuters sebelumnya menyebutkan bahwa Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen, Oliver Blume, berencana memangkas hingga 100.000 staf dan menutup empat pabrik di Jerman. Sontak, rencana tersebut memicu aksi protes besar-besaran dari para pekerja di berbagai fasilitas Volkswagen di Jerman pada Kamis (9/7).
Volkswagen tengah menghadapi tekanan dari berbagai arah, mulai dari tingginya biaya operasional dan kelebihan kapasitas produksi di pasar domestik, meningkatnya persaingan dari produsen otomotif asal Cina, hingga tarif impor yang diberlakukan Amerika Serikat.
Kondisi tersebut memaksa Volkswagen melakukan restrukturisasi terhadap model bisnis yang selama puluhan tahun menjadi fondasi kesuksesannya.
Rencana penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar di salah satu perusahaan paling bersejarah di Jerman—yang didirikan 89 tahun lalu—juga mencerminkan tantangan yang tengah dihadapi ekonomi terbesar di Eropa. Jerman masih bergulat dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi serta tingginya biaya tenaga kerja dan energi.
Dalam rapat dewan pengawas yang berlangsung di kantor pusat Volkswagen di Wolfsburg pada Kamis, Oliver Blume menghadapi perwakilan serikat pekerja yang memiliki pengaruh besar di perusahaan. Serikat pekerja tersebut menolak rencana pemangkasan yang lebih dalam terhadap grup Volkswagen, yang juga membawahi merek Audi dan Porsche.
