Jakarta, FORTUNE - Tekanan persaingan di industri kendaraan listrik global mulai memaksa produsen otomotif besar melakukan langkah drastis. Volkswagen dikabarkan tengah menyiapkan restrukturisasi besar-besaran yang berpotensi memangkas sekitar 100.000 tenaga kerja dan menghentikan produksi di sejumlah fasilitas manufakturnya di Jerman.
Manager Magazin melaporkan, langkah itu disebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mempertahankan daya saing di tengah menguatnya produsen mobil asal Cina serta tekanan dari pemain global seperti Tesla. Demikian melansir CNBC.
Jika terealisasi, jumlah pekerja yang terdampak setara sekitar 15 persen dari total tenaga kerja Volkswagen. Restrukturisasi ini juga disebut sebagai yang terbesar sepanjang hampir 90 tahun sejarah perusahaan.
Rencana yang sedang disiapkan mencakup pengurangan karyawan, penutupan pabrik, pemangkasan belanja investasi, hingga perombakan struktur organisasi internal. Menurut laporan Carscoops, langkah tersebut dapat menjadi salah satu perubahan paling signifikan yang pernah dilakukan Volkswagen.
CEO Volkswagen, Oliver Blume, bersama CFO Arno Antlitz disebut memutuskan upaya efisiensi tersebut setelah laba perusahaan merosot sekitar 44 persen pada 2025. Menurut laporan Manager Magazin yang dikutip Reuters, tekanan kompetisi dari merek-merek Cina dan Tesla menjadi faktor utama di balik langkah tersebut.
Keputusan final belum diumumkan. Dewan pengawas Volkswagen dijadwalkan menggelar rapat pada 9 Juli 2026 untuk membahas rencana tersebut, sementara ribuan pekerja masih menanti kepastian mengenai masa depan mereka.
Empat fasilitas produksi di Jerman yang disebut paling berisiko terdampak adalah pabrik di Hanover, Emden, Zwickau, serta fasilitas Audi di Neckarsulm. Selain pengurangan tenaga kerja, Volkswagen juga dikabarkan akan memangkas belanja investasinya sekitar 15 persen menjadi sedikit di atas 130 miliar euro dalam lima tahun ke depan.
Sebelumnya, perusahaan sebenarnya telah mengumumkan program efisiensi dan peluncuran produk baru untuk meningkatkan profitabilitas. Namun, skala restrukturisasi yang kini muncul jauh lebih besar dibanding perkiraan awal.
Pada tahap sebelumnya, Volkswagen diperkirakan hanya akan mengurangi sekitar 50.000 pekerja di Jerman hingga 2030. Angka terbaru menunjukkan percepatan signifikan dalam upaya penghematan biaya.
Menariknya, pada akhir 2024 Volkswagen sempat mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja untuk menghindari penutupan pabrik di Jerman dan tidak melakukan PHK wajib hingga akhir 2030.
Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Volkswagen tidak bersedia mengomentari dokumen internal perusahaan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa transformasi besar memang tidak terelakkan.
"Seluruh Grup, termasuk merek dan anak perusahaan, harus menjalani perubahan yang mendalam," ujar juru bicara Volkswagen.
