Jakarta, FORTUNE – J&T Express (J&T) membukukan pertumbuhan volume pengiriman sebesar 65 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada semester I-2026. Capaian ini didorong oleh tingginya transaksi belanja online serta pesatnya kebutuhan pengiriman masyarakat.
Pencapaian tersebut diumumkan oleh Chief Executive Officer (CEO) J&T Express, Robin Lo, dalam sebuah acara dengan pers di Jakarta, Rabu (26/8).
Pertumbuhan internal J&T Express berjalan seiring dengan kinerja sektor logistik nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen (YoY) pada kuartal I-2026 dan 5,65 persen (YoY) pada kuartal II-2026.
Robin menilai ekspansi volume paket mencerminkan keberhasilan pembangunan infrastruktur perusahaan yang kian solid.
“Pertumbuhan kami bukan hanya terlihat dari jumlah paket, tetapi dari kemampuan kami membangun jaringan yang semakin kuat, luas, dan adaptif. Teknologi bagi kami bukan sekadar investasi, tetapi cara untuk memastikan pertumbuhan volume dapat diikuti oleh efisiensi dan konsistensi layanan,” ujar Robin.
Guna mengimbangi lonjakan volume pengiriman, J&T Express memperkuat efisiensi operasional melalui penerapan teknologi modern. Perusahaan telah mengimplementasikan Automatic Sorting System di 19 pusat sortir. Sistem otomatis ini mampu memproses penyortiran hingga empat kali lebih cepat dibandingkan dengan metode manual.
Selain itu, penyebaran lebih dari 1.000 mesin sortir di 500 drop center turut mempercepat proses pemilahan barang hingga tiga kali lipat. J&T Express juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan data analytics. Teknologi ini digunakan untuk optimalisasi rute, pemantauan operasional secara real-time, serta konsistensi standar layanan.
Ke depan, J&T Express berencana melanjutkan ekspansi operasional secara terukur di berbagai wilayah Indonesia. Strategi ini merespons peningkatan volume paket yang terus bertambah.
“Sekarang, seiring bertambahnya volume paket kami, maka cabang-cabang kami itu akan bertambah semakin banyak. Jadi, setiap satu daerah itu, misalnya dulu hanya satu cabang, akan dipecah jadi dua,” kata Robin.
Saat ini, J&T Express mengoperasikan 26 kantor cabang dan lebih dari 5.000 titik operasional yang tersebar di 38 provinsi. Perusahaan juga telah mengekspansi jaringan internasional ke Vietnam, Malaysia, Filipina, Thailand, Kamboja, Singapura, Tiongkok, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Meksiko, Brasil, hingga Mesir.
Selain penguatan infrastruktur, J&T Express berkomitmen mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Jawara Lokal J&T Express. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Kementerian UMKM.
Melalui program tersebut, UMKM terpilih menerima berbagai bentuk dukungan. Dukungan mencakup permodalan sebesar Rp15 juta, subsidi diskon ongkos kirim hingga 30 persen, serta akses kanal promosi untuk pengembangan bisnis.
Hingga kini, J&T Express telah menyerap lebih dari 150.000 tenaga kerja di Indonesia. Pada usia ke-11 dan seterusnya, Robin berharap perseroan dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelanggan, mitra UMKM, serta masyarakat luas sekaligus berkontribusi pada perekonomian nasional.
