Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Susunan Direksi dan Komisaris PT DSI, Ada Mari Elka Pangestu

Susunan Direksi dan Komisaris PT DSI, Ada Mari Elka Pangestu
Jajaran direksi dan komisaris PT DSI (danantaraindonesia.co.id)
  • PT Danantara Sumberdaya Indonesia mengumumkan direksi dipimpin Luke Thomas Mahony dan komisaris dipimpin M. Syaifurrahman Noer.

  • DSI, yang beroperasi sejak 1 Juni 2026, mengelola visibilitas ekspor batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy.

  • DSI telah memantau sekitar 6.500 deklarasi ekspor senilai lebih dari US$14 miliar dan 90 juta ton.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi mengumumkan susunan direksi dan komisaris pada Senin (24/8). Jajaran pengurus tersebut dipimpin Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama dan M. Syaifurrahman Noer sebagai Komisaris Utama.

Susunan pengurus DSI diisi profesional dengan latar belakang di sektor sumber daya alam, keuangan, investasi, perdagangan internasional, hukum, hingga manajemen risiko. Dua di antaranya adalah Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dan mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu sebagai komisaris.

  1. Susunan direksi dan komisaris PT DSI

    Direksi

    • Direktur Utama: Luke Thomas Mahony
    • Direktur Keuangan dan Treasury: Sinthya Roesly
    • Direktur Manajemen Risiko: Nur Hidayat Udin
    • Direktur Hukum dan Kepatuhan: Ivan Ferdiansyah Baely

    Komisaris

    • Komisaris Utama: M. Syaifurrahman Noer
    • Komisaris: Tony Wenas
    • Komisaris: Mari Elka Pangestu
    • Komisaris: Harold Tjiptadjaja

    Tony Wenas merupakan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Sebelumnya, ia pernah menjabat Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk.

    Sementara itu, Mari Elka Pangestu memiliki pengalaman di pemerintahan sebagai Menteri Perdagangan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dalam struktur pemerintahan saat ini, Mari juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

  2. Mandat DSI di sektor ekspor

    DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis. Perusahaan tersebut mulai beroperasi pada 1 Juni 2026.

    Pada tahap awal, mandat DSI mencakup tiga komoditas, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy. Perusahaan berfokus pada penguatan transparansi, tata kelola, serta visibilitas transaksi ekspor.

    CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan DSI tidak mengambil alih kewenangan perizinan, pengaturan, maupun pengawasan yang berada pada kementerian dan lembaga pemerintah.

    “Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi sumber daya saja tidak cukup. Kita memerlukan tata kelola yang lebih kuat, visibilitas yang lebih baik, dan sistem yang lebih akuntabel untuk memastikan nilai yang dihasilkan dari komoditas-komoditas ini dicatat dan dioptimalkan dengan baik bagi kepentingan nasional,” ujar Rosan dalam siaran pers, dikutip Rabu (26/8).

  3. DSI telah memantau ribuan deklarasi ekspor

    Sejak mulai beroperasi, DSI telah membangun visibilitas analitis atas sekitar 6.500 deklarasi ekspor. Data tersebut merepresentasikan nilai ekspor lebih dari 14 miliar dolar AS dan volume lebih dari 90 juta ton komoditas.

    Transaksi tersebut mencakup pengiriman melalui lebih dari 50 pelabuhan di 25 provinsi dengan tujuan lebih dari 100 negara. DSI mengintegrasikan data ekspor dengan referensi pasar global untuk memantau sejumlah informasi transaksi, termasuk harga, volume, kualitas, klasifikasi barang, kapal pengangkut, dan negara tujuan.

    Dalam pelaksanaan mandatnya, DSI menyatakan ekspor yang sudah berjalan tetap dilanjutkan. Hubungan komersial antara eksportir dan pembeli, termasuk kontrak jangka panjang, juga tetap dihormati.

  4. Fokus awal DSI mencakup tiga komoditas

    Rosan sebelumnya menyebut tiga komoditas yang menjadi cakupan awal DSI memiliki nilai transaksi ekspor sekitar 70 miliar dolar AS. Nilai tersebut terdiri atas batu bara sekitar 30,35 miliar dolar AS, minyak sawit (CPO) 22,87 miliar dolar AS, dan ferroalloy 16,43 miliar dolar AS.

    DSI selanjutnya akan mengembangkan kemampuan pemantauan dan verifikasi secara bertahap sesuai mandat yang diberikan. Perusahaan juga melibatkan pelaku industri melalui Industry Task Force untuk menguji sistem dan memberikan masukan sebelum implementasi yang lebih luas.

    Dengan struktur direksi dan komisaris tersebut, DSI menjalankan tahap awal operasional untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis Indonesia.

    FAQ seputar susunan direksi dan komisaris PT DSI

    Siapa Direktur Utama PT DSI?

    Luke Thomas Mahony menjabat sebagai Direktur Utama PT DSI.

    Siapa Komisaris Utama PT DSI?

    M. Syaifurrahman Noer menjabat sebagai Komisaris Utama PT DSI.

    Siapa komisaris PT DSI dari Freeport Indonesia?

    Tony Wenas yang merupakan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia menjadi Komisaris DSI.

    Apa komoditas awal yang menjadi mandat DSI?

    DSI pada tahap awal mencakup batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy.

Share Article
Editorial Team

Latest in Business

See More