VISI Akuisisi Hasna Medika Rp286 Miliar, Kuasai 72,91 Persen

VISI menyiapkan akuisisi 72,91 persen saham Hasna Medika Bakti Cirebon senilai Rp286 miliar.
HMBC mengoperasikan dua rumah sakit khusus jantung dan 11 klinik di empat provinsi.
VISI akan beralih menjadi perusahaan holding, didukung private placement 307,5 juta saham untuk penguatan modal dan ekspansi kesehatan.
Jakarta, FORTUNE — PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) menyiapkan akuisisi PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC) senilai Rp286 miliar. Transaksi ini akan menjadikan VISI sebagai pemegang saham pengendali perusahaan pengelola Rumah Sakit Jantung Hasna Medika itu dengan kepemilikan 72,91 persen.
Rencana VISI akuisisi Hasna Medika merupakan bagian dari perubahan arah bisnis perseroan. Setelah transaksi, VISI berencana menambah kegiatan usaha sebagai perusahaan induk (holding company). Sementara itu, kegiatan operasional dijalankan melalui anak usaha.
Table of Content
Nilai akuisisi mencapai Rp286 miliar
VISI telah menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) dan Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada 20 Agustus 2026 sebagai bagian dari rencana pengambilalihan HMBC.
Melalui CSSA, VISI akan mengambil bagian atas 142.393 saham baru yang diterbitkan HMBC. Saham tersebut setara dengan 65 persen modal ditempatkan dan disetor HMBC.
VISI juga akan membeli 17.325 saham HMBC milik PT Hasna Medika Utama Group. Porsi tersebut setara dengan 7,91 persen kepemilikan setelah penerbitan saham baru.
Ssetelah seluruh transaksi efektif, VISI akan menguasai 72,91 persen saham HMBC. Nilai keseluruhan transaksi pengambilalihan tersebut mencapai Rp286 miliar. Penyelesaian transaksi ditargetkan pada kuartal IV 2026 atau selambat-lambatnya 23 Oktober 2026.
Hasna Medika mengelola dua rumah sakit jantung
HMBC saat ini mengoperasikan dua rumah sakit khusus jantung dan 11 klinik yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Bali. Dua rumah sakit tersebut telah dilengkapi catheterization laboratory (cath lab) aktif dan menggunakan sistem layanan hub-and-spoke.
Berdasarkan data kunjungan pasien 2025 sekitar 137.000 pasien, pangsa pasar Hasna diperkirakan mencapai 8,1 persen dari total penderita penyakit jantung di seluruh provinsi operasionalnya. VISI mencatat wilayah layanan Hasna memiliki sekitar 1,69 juta penderita penyakit jantung. Sekitar 382.000 orang di antaranya berada dalam wilayah layanan Hasna.
Ada restrukturisasi utang Rp33,44 miliar
Bersamaan dengan akuisisi, HMBC juga akan melakukan restrukturisasi dan konversi utang kepada tiga pihak dengan total nilai Rp33,44 miliar. Utang tersebut terdiri atas Rp24,4 miliar kepada Pieter Tanuri, Rp647 juta kepada Roy Himawan, dan Rp8,4 miliar kepada Darwin Cyril Noerhadi.
Seluruh utang akan dikonversi menjadi 18.692 saham baru HMBC. Saham tersebut diterbitkan kepada masing-masing kreditur secara proporsional berdasarkan nilai piutang.
Setelah akuisisi VISI dan konversi utang efektif, struktur pemegang saham HMBC akan berubah. VISI akan memegang 72,91 persen, Pieter Tanuri 11,62 persen, sedangkan PT Hasna Medika Utama Group memiliki 7,61 persen.
VISI berencana menjadi perusahaan holding
Akuisisi HMBC turut diikuti rencana perubahan kegiatan usaha VISI. Perseroan akan menambahkan KBLI 64210 untuk aktivitas perusahaan induk.
Dengan perubahan tersebut, VISI nantinya berencana beroperasi sebagai perusahaan holding. Sementara itu, kegiatan operasional akan dijalankan melalui anak perusahaan.
Dalam proyeksi perseroan, pendapatan konsolidasi VISI diperkirakan mencapai Rp247,92 miliar untuk periode Mei-Desember 2026. Angka itu diproyeksikan naik menjadi Rp388,09 miliar pada 2027 dan terus meningkat hingga Rp712,08 miliar pada 2031.
Akuisisi didukung rencana private placement
Untuk mendukung aksi korporasi, VISI menyiapkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menerbitkan 307,5 juta saham baru. Manajemen VISI menyatakan dana PMTHMETD akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan bisnis, termasuk penyertaan saham di sektor kesehatan.
“Seluruh dana yang diterima Perseroan dari pelaksanaan PMTHMETD, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan guna mendukung kegiatatan serta pengembangan bisnis Perseroan, yang salah satunya dalam bentuk penyertaan saham dalam perusahaan yang bergerak di bidang usaha sektor kesehatan (healthcare),” tulis manajemen VISI, dikutip Rabu (26/8).
Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang dijadwalkan pada 30 September 2026.
Rencana akuisisi HMBC tersebut berlangsung setelah PT Harmoni Semesta Investama menjadi pemegang saham VISI pada 9 Juni 2026. Perusahaan tersebut dimiliki Nagita Slavina sebesar 51 persen dan Raffi Ahmad 49 persen. Nagita sebagai pemegang manfaat akhir (ultimate beneficial owner).
FAQ seputar VISI akuisisi Hasna Medika
Berapa nilai akuisisi Hasna Medika oleh VISI? Nilai rencana pengambilalihan HMBC mencapai Rp286 miliar.
Berapa saham Hasna Medika yang akan dimiliki VISI? VISI akan menguasai 72,91 persen saham HMBC setelah transaksi efektif.
Kapan akuisisi Hasna Medika ditargetkan selesai? Transaksi ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026 atau paling lambat 23 Oktober 2026.
Apa rencana bisnis VISI setelah akuisisi? VISI berencana berubah menjadi perusahaan holding dengan operasional melalui anak usaha.



















