Beiersdorf Ekspansi Pabrik Malang, Kapasitas Produksi Naik Hampir 50%
- PT Beiersdorf Indonesia meresmikan ekspansi pabrik Malang pada Agustus 2026, menaikkan kapasitas produksi tahunan hampir 50% dan memperkuat peran Indonesia dalam jaringan manufaktur global.
- Pabrik yang memproduksi NIVEA dan Hansaplast serta memasok lebih dari 90% pasar domestik kini memakai otomatisasi, pemantauan real-time, sistem energi, heat recovery, heat pump, dan panel surya.
- Beroperasi sejak 1981, fasilitas Malang menjadi satu-satunya pabrik Hansaplast Beiersdorf di Emerging Markets, didukung akses logistik, talenta lokal, serta kontribusi lapangan kerja dan program sosial-lingkungan.
Malang, FORTUNE — PT Beiersdorf Indonesia meresmikan ekspansi fasilitas produksinya di Malang, Jawa Timur, pada Agustus 2026. Ekspansi tersebut meningkatkan kapasitas produksi tahunan pabrik hampir 50% sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan manufaktur global perusahaan.
Fasilitas Malang memproduksi sejumlah produk NIVEA dan Hansaplast serta memasok lebih dari 90% kebutuhan pasar domestik. Beiersdorf menyebut ekspansi ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Indonesia, baik sebagai pasar maupun sebagai lokasi produksi.
Ekspansi pabrik juga menghadirkan sejumlah teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas proses produksi. Teknologi tersebut mencakup fully automated high-speed filling and packing lines, otomatisasi penakaran bahan baku, pemantauan efisiensi secara real-time, sistem pemantauan penggunaan energi, serta building management systems.
Fasilitas tersebut turut dilengkapi teknologi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan sumber daya, antara lain sistem pemulihan panas (heat recovery systems), heat pumps, dan panel surya.
CEO Beiersdorf AG Vincent Warnery mengatakan Indonesia memiliki peran penting bagi pertumbuhan perusahaan, baik sebagai pasar yang berkembang maupun lokasi produksi strategis.
“Melalui ekspansi ini, kami meningkatkan kemampuan produksi di Indonesia sekaligus memperkuat hubungan fasilitas Malang dengan jaringan produksi Beiersdorf di seluruh dunia,” ujar Vincent, dikutip dalam siaran pers, Rabu (26/8).
Menurut perusahaan, peningkatan kapasitas dan penerapan teknologi baru memungkinkan tim di Malang memantau proses produksi dengan lebih baik, menjaga konsistensi kualitas produk, serta menggunakan energi dan sumber daya secara lebih efisien.
Posisi Strategis Malang
Beiersdorf telah hadir di Indonesia sejak 1979, sementara pabrik di Malang mulai beroperasi pada 1981. Lokasi tersebut dinilai strategis karena kedekatannya dengan Surabaya serta akses terhadap jalur transportasi darat dan laut.
Akses tersebut mendukung distribusi produk ke berbagai wilayah Indonesia maupun sejumlah pasar di Asia. Malang juga merupakan salah satu kota pendidikan dengan banyak perguruan tinggi, yang dinilai memberikan akses terhadap talenta lokal untuk mendukung pengembangan tim dan fasilitas produksi.
Pabrik Malang juga menjadi satu-satunya fasilitas produksi Beiersdorf di kawasan Emerging Markets yang memproduksi Hansaplast.
President Director Beiersdorf Indonesia Sawan Malik mengatakan ekspansi tersebut memperkuat komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama Indonesia.
“Fasilitas Malang tidak hanya memenuhi sebagian besar kebutuhan konsumen di Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan produksi Beiersdorf secara global,” kata Sawan.
Selain peningkatan kapasitas produksi, Beiersdorf menyebut keberadaan fasilitas Malang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan pekerjaan, pengembangan talenta lokal, kerja sama dengan mitra dan institusi daerah, serta berbagai program sosial dan lingkungan.
Dengan kapasitas yang lebih besar dan teknologi produksi yang lebih modern, Beiersdorf berharap fasilitas Malang dapat terus mendukung kebutuhan konsumen sekaligus pertumbuhan bisnis perusahaan di Indonesia.


















