Genap 70 Tahun, Gobel Group Perkuat Bisnis Lewat 25 Entitas

- Gobel Group genap 70 tahun dan kini menaungi lebih dari 25 entitas di manufaktur, perdagangan dan jasa, food dan hospitality, serta infrastruktur dan properti.
- Berawal dari produsen radio transistor pada 1956, grup berkembang lintas sektor; produk dan layanannya menjangkau lebih dari 125 negara dengan dukungan lebih dari 18.000 karyawan.
- Setelah Chairman Rachmat Gobel wafat pada 10 Juli 2026, operasional dan agenda bisnis tetap dilanjutkan melalui sinergi entitas, transformasi teknologi, serta kemitraan Indonesia-Jepang.
Jakarta, FORTUNE – Tujuh dekade setelah membangun bisnis dari industri elektronik, Gobel Group kini menaungi lebih dari 25 entitas usaha yang bergerak di berbagai sektor. Grup tersebut menyebut akan memperkuat sinergi antarperusahaan, transformasi teknologi, serta kemitraan Indonesia-Jepang untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Ekspansi bisnis Gobel Group kini mencakup tiga kelompok usaha, yakni Manufaktur, Perdagangan & Jasa; Food & Hospitality; serta Infrastruktur & Properti. Portofolionya meliputi elektronik, bahan bangunan, transportasi dan logistik, periklanan, makanan, hotel, pelabuhan, fasilitas pengujian kendaraan bermotor, hingga properti.
Sejumlah perusahaan dalam ekosistem tersebut juga telah menjangkau pasar internasional. Produk dan layanan dari grup disebut telah mencapai lebih dari 125 negara melalui kegiatan ekspor.
President Director & Group CEO Gobel Group, Hiramsyah S. Thaib, mengatakan perjalanan selama 70 tahun telah membentuk fondasi yang memungkinkan perusahaan melanjutkan operasional dan agenda bisnis meski menghadapi perubahan kepemimpinan.
“Di usia 70 tahun ini, kami merasakan rasa syukur atas perjalanan Gobel Group sekaligus duka atas kepergian Bapak Rachmat Gobel. Namun, kami juga melihat bahwa 70 tahun perjalanan telah membangun fondasi yang kuat bagi Gobel Group untuk terus berjalan dan berkembang," ujar Hiramsyah, dalam Doa Bersama Lintas Agama di Kantor Pusat Gobel Group, Cawang, Jakarta, mengutip siaran pers, Rabu (26/8).
Operasional perusahaan, agenda bisnis, dan berbagai rencana yang telah disusun akan tetap berjalan dengan dukungan organisasi yang solid dan sinergi seluruh perusahaan dalam Gobel Group.
"Nilai yang diwariskan Bapak Thayeb Gobel dan Bapak Rachmat Gobel akan terus menjadi pedoman kami dalam menjaga kesinambungan perusahaan dan menjalankan amanah untuk terus memberikan manfaat bagi negeri,” ujar Hiramsyah, menambahkan.
Dari elektronik ke ekosistem bisnis
Perjalanan Gobel Group bermula pada 1956 ketika Almarhum Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel mendirikan PT Transistor Radio Manufacturing. Perusahaan tersebut menjadi salah satu pelopor industri radio transistor di Indonesia dan memproduksi radio bermerek “Tjawang”.
Bisnis kemudian berkembang melalui kemitraan Indonesia-Jepang dan diversifikasi ke berbagai bidang. Transformasi tersebut membuat Gobel Group tidak lagi hanya bertumpu pada manufaktur elektronik, tetapi membangun ekosistem usaha dengan cakupan yang lebih luas.
Di sektor Manufaktur, Perdagangan & Jasa, bisnis grup mencakup elektronik, bahan bangunan, transportasi dan logistik, serta periklanan. Sementara Food & Hospitality mencakup pabrik makanan, kafe, toko kue, katering, hotel, dan layanan terkait.
Adapun lini Infrastruktur & Properti mencakup pelabuhan, sarana pengujian kendaraan bermotor, apartemen, hingga perumahan.
Gobel Group juga menyebut sejumlah proyek strategis sebagai bagian dari ekspansi bisnisnya, antara lain Anggrek Gorontalo International Terminal (AGIT), Indonesia International Automotive Proving Ground (IIAPG), SAVASA Smart Township, dan Opus Park Sentul.
Di luar pertumbuhan bisnis, grup menempatkan penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia, transfer teknologi, dan kontribusi terhadap pembangunan nasional sebagai bagian dari perjalanannya.
Saat ini, ekosistem Gobel Group didukung lebih dari 18.000 karyawan yang tersebar di berbagai perusahaan. Memasuki fase berikutnya, perusahaan menyatakan akan memperkuat kolaborasi antarentitas sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dan pengembangan kemitraan dengan Jepang.
Peringatan 70 tahun Gobel Group berlangsung dalam suasana berbeda setelah Rachmat Gobel, yang menjabat sebagai Chairman Gobel Group, meninggal dunia pada 10 Juli 2026. Ia merupakan generasi kedua yang melanjutkan fondasi bisnis yang dibangun Thayeb Gobel sekaligus memperkuat hubungan bisnis Indonesia-Jepang. Momentum tersebut turut diisi dengan Doa Bersama Lintas Agama di Kantor Pusat Gobel Group, Cawang, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi perusahaan untuk memperingati momentum penting sekaligus mengenang dua tokoh yang berperan dalam perjalanan grup.
Memasuki usia 70 tahun, arah Gobel Group menunjukkan pergeseran dari perusahaan yang berakar pada industri elektronik menjadi kelompok usaha dengan portofolio lintas sektor. Dengan lebih dari 25 entitas, jaringan ekspor ke lebih dari 125 negara, dan basis lebih dari 18.000 karyawan, tantangan berikutnya adalah menjaga integrasi bisnis sekaligus mempertahankan relevansi perusahaan di tengah perubahan industri. Grup menyatakan fokus berikutnya akan diarahkan pada penguatan sinergi, transformasi dan pemanfaatan teknologi, serta kelanjutan kolaborasi Indonesia-Jepang yang telah menjadi bagian dari sejarah bisnis Gobel.



















