Pertamina Kaji Teknologi MOF untuk Penyimpanan Gas Domestik

Pertamina mengkaji teknologi penyimpanan dan distribusi gas berbasis MOF bersama Yachiyo Engineering dan Atomis.
Studi mengevaluasi CubiTanR, penggunaan gas bumi sebagai alternatif LPG, serta distribusi ke wilayah tanpa jaringan pipa.
Kolaborasi juga mengkaji Smart Gas Network dan peluang pemanfaatan sumber gas domestik, termasuk gas berbasis biomassa.
Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina (Persero) mengkaji penerapan teknologi penyimpanan dan distribusi gas berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF) melalui kerja sama studi dengan Yachiyo Engineering Co., Ltd. dan Atomis Inc. Kajian ini brtujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi domestik sekaligus memperluas akses energi bagi masyarakat Indonesia.
PTH Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Mega Satria, menagatakan Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan beragam solusi distribusi energi yang dapat menjangkau wilayah dengan kondisi geografis dan infrastruktur berbeda.
"Teknologi penyimpanan gas berbasis MOF ini memiliki potensi untuk melengkapi pilihan distribusi energi, termasuk bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa," kata dia dalam keterangannya, Selasa (27/10).
Menurutnya, Pertamina terus mengeksplorasi solusi teknologi agar mendukung diversifikasi energi dan mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik. Kolaborasi dengan mitra internasional menjadi salah satu upaya untuk memperluas transfer pengetahuan dan teknologi.
Dalam studi tersebut, Pertamina bersama kedua mitra mengevaluasi teknologi CubiTanR yang dikembangkan Atomis. Teknologi ini memanfaatkan material MOF berpori untuk mengikat molekul gas pada permukaannya, sehingga berpotensi menyimpan gas metana pada tekanan lebih rendah dibandingkan sistem gas alam terkompresi konvensional.
Kajian tersebut mencakup potensi penggunaan teknologi MOF untuk penyimpanan dan pengangkutan gas, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa. Studi ini juga mengevaluasi peluang pemanfaatan gas bumi sebagai alternatif LPG untuk berbagai kebutuhan.
Apabila memenuhi persyaratan teknis meliputi: keselamatan, regulasi, dan keekonomian, teknologi ini berpotensi mendukung diversifikasi pasokan energi serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas domestik, termasuk dalam upaya mengurangi ketergantungan pada LPG impor.
Selain teknologi penyimpanan gas, kolaborasi ini juga mencakup kajian konsep Smart Gas Network yang dikembangkan Yachiyo Engineering dan Atomis. Konsep tersebut mengintegrasikan wadah penyimpanan gas dengan sistem pemantauan jarak jauh untuk mendukung perencanaan distribusi dan pengelolaan konsumsi gas.
Evaluasi turut mempertimbangkan kesesuaian teknologi dengan infrastruktur, kebutuhan pengguna, serta ketentuan yang berlaku di Indonesia. Peluang pemanfaatan sumber gas domestik, termasuk gas berbasis biomassa, dapat menjadi bagian dari evaluasi sesuai lingkup studi.



















