Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertamina Kaji Teknologi MOF untuk Penyimpanan Gas Domestik
Logo Pertamina di SPBU (iStock/Mawaddah Fauziah)
  • Pertamina mengkaji teknologi penyimpanan dan distribusi gas berbasis MOF bersama Yachiyo Engineering dan Atomis.

  • Studi mengevaluasi CubiTanR, penggunaan gas bumi sebagai alternatif LPG, serta distribusi ke wilayah tanpa jaringan pipa.

  • Kolaborasi juga mengkaji Smart Gas Network dan peluang pemanfaatan sumber gas domestik, termasuk gas berbasis biomassa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (27/10)

Mega Satria menyampaikan bahwa teknologi penyimpanan gas berbasis MOF berpotensi melengkapi pilihan distribusi energi, termasuk untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pertamina mengkaji teknologi penyimpanan dan distribusi gas berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF), termasuk teknologi CubiTanR dan konsep Smart Gas Network.
  • Who?
    PT Pertamina (Persero) bersama Yachiyo Engineering Co., Ltd. dan Atomis Inc.
  • Where?
    Indonesia, terutama wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa dan memiliki kondisi geografis serta infrastruktur berbeda.
  • When?
    Selasa (27/10), berdasarkan keterangan Mega Satria.
  • Why?
    Untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi domestik, memperluas akses energi, dan mendukung diversifikasi pasokan energi.
  • How?
    Melalui studi teknologi MOF, evaluasi penyimpanan dan pengangkutan gas, serta kajian Smart Gas Network dengan pemantauan jarak jauh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertamina sedang belajar cara menyimpan dan mengantar gas bersama Yachiyo Engineering dan Atomis. Mereka melihat teknologi MOF dan alat CubiTanR untuk membantu mengirim gas ke tempat yang belum punya pipa. Mereka juga memeriksa penggunaan gas bumi sebagai pengganti LPG. Sekarang, semua kemungkinan itu masih sedang dikaji.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kolaborasi Pertamina dengan Yachiyo Engineering dan Atomis membuka ruang untuk mengevaluasi teknologi penyimpanan serta distribusi gas yang sesuai dengan kondisi Indonesia. Kajian terhadap wilayah tanpa jaringan pipa, gas domestik, dan sistem pemantauan jarak jauh menunjukkan upaya memperluas pilihan pemanfaatan energi secara lebih beragam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina (Persero) mengkaji penerapan teknologi penyimpanan dan distribusi gas berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF) melalui kerja sama studi dengan Yachiyo Engineering Co., Ltd. dan Atomis Inc. Kajian ini brtujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi domestik sekaligus memperluas akses energi bagi masyarakat Indonesia.

PTH Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Mega Satria, menagatakan Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan beragam solusi distribusi energi yang dapat menjangkau wilayah dengan kondisi geografis dan infrastruktur berbeda.

"Teknologi penyimpanan gas berbasis MOF ini memiliki potensi untuk melengkapi pilihan distribusi energi, termasuk bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa," kata dia dalam keterangannya, Selasa (27/10).

Menurutnya, Pertamina terus mengeksplorasi solusi teknologi agar mendukung diversifikasi energi dan mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik. Kolaborasi dengan mitra internasional menjadi salah satu upaya untuk memperluas transfer pengetahuan dan teknologi.

Dalam studi tersebut, Pertamina bersama kedua mitra mengevaluasi teknologi CubiTanR yang dikembangkan Atomis. Teknologi ini memanfaatkan material MOF berpori untuk mengikat molekul gas pada permukaannya, sehingga berpotensi menyimpan gas metana pada tekanan lebih rendah dibandingkan sistem gas alam terkompresi konvensional.

Kajian tersebut mencakup potensi penggunaan teknologi MOF untuk penyimpanan dan pengangkutan gas, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa. Studi ini juga mengevaluasi peluang pemanfaatan gas bumi sebagai alternatif LPG untuk berbagai kebutuhan.

Apabila memenuhi persyaratan teknis meliputi: keselamatan, regulasi, dan keekonomian, teknologi ini berpotensi mendukung diversifikasi pasokan energi serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas domestik, termasuk dalam upaya mengurangi ketergantungan pada LPG impor.

Selain teknologi penyimpanan gas, kolaborasi ini juga mencakup kajian konsep Smart Gas Network yang dikembangkan Yachiyo Engineering dan Atomis. Konsep tersebut mengintegrasikan wadah penyimpanan gas dengan sistem pemantauan jarak jauh untuk mendukung perencanaan distribusi dan pengelolaan konsumsi gas.

Evaluasi turut mempertimbangkan kesesuaian teknologi dengan infrastruktur, kebutuhan pengguna, serta ketentuan yang berlaku di Indonesia. Peluang pemanfaatan sumber gas domestik, termasuk gas berbasis biomassa, dapat menjadi bagian dari evaluasi sesuai lingkup studi.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article