Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
BTN Akuisisi Kredit Pensiunan SMBC Senilai Rp19,9 Triliun
Logo Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • BTN resmi mengakuisisi portofolio kredit pensiunan, pra-pensiunan, dan karyawan aktif milik SMBC Indonesia senilai total Rp19,9 triliun melalui dua perjanjian CPTA dan CLATA.
  • Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi transformasi BTN menuju bank beyond mortgage dengan memperluas bisnis ke segmen payroll loan, pensiunan, dan transactional banking.
  • Transaksi diharapkan memperkuat portofolio kredit serta meningkatkan dana murah dan ekosistem layanan BTN, dilakukan sesuai prinsip kehati-hatian tanpa benturan kepentingan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengakuisisi kredit pensiunan, kredit pra pensiunan, dan kredit karyawan aktif pegawai BUMN atau lembaga pemerintahan milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC) dengan total mencapai Rp19,9 triliun.

Transaksi tersebut ditandai dengan penandatanganan dua perjanjian pada 22 Mei 2026 dengan skema Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) dan Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA).

Corporate Secretary BTN, Ramon Armando mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperluas basis bisnis ritel. Meski begitu, langkah ini diambil dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik.

"Transaksi ini merupakan bagian dari transformasi BTN menjadi bank beyond mortgage, di mana perseroan tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga memperluas ekosistem layanan keuangan melalui penguatan segmen payroll loan, pensiunan, dan transactional banking," ujar Ramon dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/5).

Untuk transaksi CPTA, BTN akan mengambil alih portofolio kredit pensiunan dan pra-pensiunan penerima manfaat pensiun yang dikelola TASPEN dengan estimasi nilai mencapai Rp12,58 triliun.

Sementara transaksi CLATA, BTN akan mengakuisisi aset pinjaman yang mencakup pensiunan ASABRI, peserta dana pensiun lainnya, serta kredit bagi karyawan aktif di lingkungan BUMN dan instansi pemerintah dengan estimasi nilai sebesar Rp7,34 triliun.

Menurut Ramon, segmen pensiunan dan payroll loan memiliki karakteristik pembayaran yang relatif stabil sehingga dapat menjadi sumber pertumbuhan berkelanjutan bagi perseroan. Selain memperkuat portofolio kredit, transaksi tersebut juga membuka peluang peningkatan dana murah, transaksi nasabah, serta optimalisasi ekosistem layanan BTN di berbagai wilayah Indonesia.

BTN memproyeksikan transaksi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis perseroan ke depan melalui peningkatan total aset dan portofolio kredit.

"Langkah ini juga sejalan dengan strategi BTN membangun ekosistem keuangan yang lebih luas dan inklusif, sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai bank di segmen konsumer dengan layanan yang semakin lengkap bagi masyarakat," kata Ramon.

BTN pun memastikan seluruh proses transaksi dilakukan sesuai ketentuan regulator dan tetap tunduk pada prinsip prudent banking. Bank plat merah ini juga menegaskan transaksi tersebut tidak termasuk transaksi afiliasi maupun mengandung benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK mengenai transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.

Adapun, penyelesaian transaksi akan dilakukan setelah seluruh persyaratan pendahuluan dalam perjanjian dipenuhi oleh masing-masing pihak. Transaksi CPTA dan CLATA merupakan transaksi terpisah sehingga penyelesaiannya dimungkinkan berlangsung pada waktu yang berbeda.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article