FINANCE

Sri Mulyani Minta Realisasi KUR Digenjot Karena Serapannya Minim

Hingga September 2023 penyaluran KUR baru Rp177,5 triliun.

Sri Mulyani Minta Realisasi KUR Digenjot Karena Serapannya MinimMenteri Keuangan Sri Mulyani dalam dalam peluncuran Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis Dalam dan Luar Negeri, Senin (8/5). (Dok. kemenkeu)
06 November 2023

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, meminta kepada perbankan untuk mengejar ketertinggalan realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada sisa tahun berjalan 2023.

Hingga September 2023, penyaluran KUR baru Rp177,5 triliun dari target Rp297 triliun.

“KUR ini agak terlambat sehingga kita pindah ke bulan terakhir ini sampai Desember bisa diakselerasi hingga kita bisa mencapai total Rp297 triliun,” kata dia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2023 dengan Kemendagri, Senin (6/11).

Dia mengatakan penyaluran KUR perlu untuk terus digenjot karena banyak UMKM kecil dan ibu-ibu membutuhkannya. Mereka tergolong sebagai sejumlah pihak yang selama ini turut menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk mengejar ketertinggalan penyaluran KUR, perlu dilakukan upaya lebih, misalnya penyelenggaraan weekend banking atau pengoperasian layanan perbankan selama akhir pekan.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah telah menetapkan aturan pemberian insentif untuk sektor perumahan berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Kebijakan tersebut mulai berlaku pada November 2023 sampai Juni 2024.

“Sektor perumahan pemberian PPN DTP untuk rumah di bawah Rp2 miliar ditanggung 100 persen PPN sampai bulan juni 2024. Sesudah itu ditanggung pemerintah 50 persen,” ujarnya.

Skema subsidi bunga KUR

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.