Jakarta, FORTUNE - PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) memperoleh fasilitas kredit dengan total US$25 juta atau sekitar Rp445,75 miliar (asumsi kurs Rp17.830 per dolar AS) dari Bank Mandiri. Adapun, perjanjian kredit yang ditandatangani pada 13 Agustus 2026 tersebut sebagian besar akan digunakan untuk menopang ekspansi perseroan ke depan.
Direktur Utama Sat Nusapersada,Abidin Fan mengatakan fasilitas pembiayaan tersebut terdiri atas kredit baru dan tambahan plafon kredit yang terbagi dalam empat jenis. Rinciannya, kredit investasi sebesar US$11,2 juta dan tambahan plafon kredit modal kerja revolving US$4,4 juta. Selanjutnya kredit modal kerja transkasional senilai US$4,4 juta, dan tambahan limit kredit treasury line sejumlah US$5 juta.
"Dengan adanya fasilitas pembiayaan baru dari perbankan, perseroan memiliki fleksibilitas pendanaan yang lebih baik untuk mendukung pengembangan usaha, termasuk investasi pada berbagai proyek baru yang akan datang," tulis Abidin dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (14/8).
Menurut Abidin, tambahan fasilitas tersebut akan memperkuat likuiditas perseroan sekaligus memberikan ruang pendanaan untuk menjalankan rencana bisnis. Di sisi lain, pembiayaan tersebut juga menambah kewajiban pembayaran bunga setiap bulan.
Meski terdapat tambahan beban keuangan, manajemen menilai kondisi tersebut tidak mengganggu kelangsungan usaha Sat Nusapersada.
Perseroan memastikan operasional dan pengembangan bisnis tetap dapat berjalan setelah memperoleh fasilitas pembiayaan dari Bank Mandiri.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, PTSN membukukan laba bersih senilai Rp80,7 miliar, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp109,4 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp15,18 per lembar.
Meski demikian, pendapatan naik 75 persen menjadi Rp3,13 triliun, dibandingkan Rp1,79 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA juga meningkat 49,7 persen menjadi Rp264,9 miliar dari Rp177 miliar.
