Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

SMI Kucurkan Kredit Rp1,16 T ke Pemkot Surabaya untuk Bangun Drainase

SMI Kucurkan Kredit Rp1,16 T ke Pemkot Surabaya untuk Bangun Drainase
Penandatanganan Akta Perjanjian Pembiayaan dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 di Balai Kota Surabaya, oleh Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, bersama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dan disaksikan oleh Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah. (Dok. PT SMI)
  • PT SMI menyalurkan pembiayaan Rp1,16 triliun kepada Pemkot Surabaya untuk percepatan drainase, saluran air Gunungsari, dan pemasangan penerangan jalan umum.
  • Proyek drainase dan saluran air diproyeksikan mencegah kerugian banjir hingga Rp471 miliar per tahun, sekaligus menjaga konektivitas serta aktivitas warga dan pelaku usaha.
  • Pembiayaan ini melanjutkan kerja sama sebelumnya senilai Rp885,85 miliar; keseluruhan proyek diproyeksikan memberi efek pengganda 2,52 kali bagi perekonomian Surabaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyalurkan pembiayaan senilai Rp1,16 triliun kepada Pemerintah Kota Surabaya. Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur perkotaan, termasuk penanganan drainase, pembangunan saluran air Gunungsari, dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Penandatanganan Akta Perjanjian Pembiayaan dilakukan pada 10 Agustus 2026 di Balai Kota Surabaya oleh Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, disaksikan Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah.

Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa mengatakan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap pembangunan infrastruktur perkotaan yang memberikan dampak luas terhadap masyarakat dan perekonomian daerah.

“Bagi PT SMI, pembiayaan infrastruktur perkotaan seperti ini dinilai dari seberapa besar pengaruhnya terhadap roda ekonomi daerah dalam jangka panjang, bukan sekadar penyediaan fasilitas fisik,” kata Faaris dalam keterangannya dikutip Rabu (12/8).

Menurut dia, pembangunan PJU dan pengendalian genangan di Surabaya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas publik. Infrastruktur tersebut juga dinilai dapat menjaga kelancaran mobilitas ekonomi, mengurangi potensi kerugian akibat terganggunya aktivitas masyarakat dan pelaku usaha, serta memperkuat ketahanan kota menghadapi perubahan iklim.

“Penerangan jalan dan pengendalian genangan di Surabaya kami lihat sebagai investasi yang mendukung kelancaran mobilitas ekonomi, menekan potensi kerugian akibat gangguan aktivitas warga dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat daya tahan kota menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan dukungan pembiayaan dari PT SMI akan membantu pemerintah kota mempercepat penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Eri menyoroti persoalan genangan di sejumlah titik yang selama ini kerap menghambat aktivitas warga, terutama pada jam sibuk dan musim hujan. Selain drainase, pembiayaan tersebut juga akan digunakan untuk memperbaiki penerangan jalan di sejumlah kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi pada malam hari.

“Dengan pembiayaan ini, kami bisa mempercepat penanganan di titik-titik tersebut sekaligus memperbaiki penerangan jalan yang selama ini dikeluhkan warga, khususnya di kawasan padat aktivitas malam hari,” kata Eri.

Dari sisi ekonomi, pembangunan saluran air Gunungsari dan penanganan saluran drainase diproyeksikan dapat mencegah potensi kerugian akibat banjir hingga Rp471 miliar per tahun. Infrastruktur tersebut juga diharapkan meningkatkan konektivitas serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.

Adapun, pemasangan PJU berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak penerangan jalan. Di saat yang sama, keberadaan penerangan yang lebih baik diharapkan meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat ketika beraktivitas pada malam hari.

Secara keseluruhan, proyek yang dibiayai PT SMI tersebut diproyeksikan memberikan multiplier effect sebesar 2,52 kali terhadap perekonomian Kota Surabaya.

Proyek ini juga disebut mendukung Prioritas Nasional 2 dalam RPJMN 2025–2029 melalui upaya memantapkan kemandirian bangsa melalui swasembada energi. Selain itu, proyek tersebut sejalan dengan sasaran pembangunan Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan ketangguhan terhadap banjir di Wilayah Metropolitan Surabaya.

Pembiayaan Rp1,16 triliun tersebut menjadi kelanjutan kerja sama antara PT SMI dan Pemkot Surabaya. Sebelumnya, kedua pihak telah menandatangani Akta Perjanjian Pembiayaan pada 24 April 2026 dengan nilai pinjaman Rp885,85 miliar.

Pembiayaan sebelumnya digunakan untuk pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat serta pengadaan lahan dan konstruksi Jalan Wiyung–Menganti.

Dengan tambahan pembiayaan tersebut, PT SMI terus memperluas perannya dalam menyediakan alternatif pembiayaan bagi pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis.

Hingga Juni 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah sebesar Rp37,41 triliun. Sementara itu, outstanding pembiayaan daerah mencapai Rp13,67 triliun.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Latest in Finance

    See More